Advertisement
Ekonom UNDHA AUB Surakarta, Drs. Nurbiyantoro
EKONOMI- Ekonom sekaligus pengajar mata kuliah saham UNDHA AUB
Surakarta, Drs. Nurbiyantoro menyampaikan ucapan selamat atas raihan prestasi
anak didiknya yang telah berhasil menjalani wisuda pada semester genap tahun
akademik 2025/2026 yang di selenggarakan di Gedung Graha Garuda, kampus UNDHA
AUB Surakarta.(12/09/26).
Dalam keteranganya usai menghadiri acara wisuda Drs. Nurbiyantoro
mengatakan, ilmu pengetahuan yang di peroleh semoga dapat menjadi bekal dalam
berkarya di tengah masyarakat.
‘Para lulusan UNDHA AUB di harapkan mampu bersaing dalam
dunia industry dan dunia usaha. Mengimplementasikan ilmu yang di miliki untuk berkarya
dan berwirausaha’ Ujarnya
Melalui wirausaha para lulusan dapat menciptakan lapangan
kerja untuk masyarakat, imbuhnya
Wirausaha tidak hanya berkutat pada dunia industry teknologi
dan UMKM, tetapi juga perekonomian pasar modal.
Apalagi untuk mereka para mahasiswa yang selama ini pernah mengikuti
mata kuliah pasar modal. Pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki dapat menjadi
bekal dan di implementasikan secara nyata.
Apalagi berwirausaha didalam dunia pasar modal tidak hanya
sekedar beli dan jual, tetapi ada ilmu yang harus di terapkan sehingga dapat
membidik peluang besar untuk meraih keuntungan.
Sementara itu terkait dengan situasi dan kondisi perekonomian
yang banyak di keluhkan oleh masyarakat saat ini, Nurbiyantoro menyampaikan pandanganya,
bahwa soko guru perekonomian negara ada pada kekuatan menengah kebawah yang menciptakan
dunia wirausaha UMKM.
Ketangguhan UMKM pernah terbukti saat pandemi beberapa waktu
lalu.
Di tengah hantaman krisis perekonomian dunia, Indonesia
mampu bertahan dari hantaman krisis, karena sebagian besar masyarakatnya saat
itu adalah pelaku UMKM.
Melalui penguatan sektor UMKM Indonesia terhindar dari krisis.
Kejadian tersebut harusnya dapat menjadi contoh bagi para pemangku
kebijakan saat ini, untuk terus memperkuat sektor perekonomian menengah kebawah
melalui penguatan wirausaha UMKM.
Selain penguatan wirausaha UMKM, swasembada pangan juga dapat
terwujud jika pemerintah mengajak masyarakat local untuk membangun swasembada
pangan di daerah.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ratusan suku
bangsa yang masing masing mempunyai ciri khas hasil bumi sebagai sumber pangan
yang setiap hari mereka makan antara lain, beras, sagu, jagung dan lain
sebagainya.
Makanan asli tersebut adalah budaya local yang harus di jaga
selaras dengan kondisi alam sekitar. Keragaman tersebut selama ratusan tahun
terjaga dengan baik, oleh karena itu kita tidak bisa memaksakan seluruh daerah
menanam beras.
Nilai kearifan dan keragaman hasil bumi tersebut sekarang
sudah hilang, hal itu yang membuat Indonesia kehilangan swasembada pangan serta
harus melakukan impor beras hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok makan.
Menjaga keragaman adalah satu dari beragam implementasi sila
didalam Pancasila yang harus di lakukan. Tidak hanya keragaman budaya, adat dan
tradisi, tetapi juga keragaman sumber hasil bumi, kebutuhan hidup dan lainya,
tukasnya / Tok

