Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
9/12/2026, 9/12/2026 WIB
Last Updated 2026-09-12T22:58:47Z
MetrokotaPendidikan

Pesan Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta, Para Lulusan Harus Menjadi Generasi Unggul, Bermartabat dan Berbudaya

Advertisement

Ketua Yayasan UNDHA  AUB Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M



PENDIDIKAN- Universitas Dharma (UNDHA) AUB Surakarta kembali menorehkan prestasi meluluskan lebih dari lima ratus wisudawan pada acara wisuda semester genap tahun akademik 2025/2026 bertempat di Gedung Graha Garuda, kampus II UNDHA AUB Surakarta. ( Sabtu, 12/09/2026).

 

Sebanyak 502 wisudawan tersebut terdiri dari berbagai bidang program studi Strata1 dan 2, Kata Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M di sela sela acara wisuda.

 

Pada pesan sambutannya, Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta menyampaikan bahwa pada hakikatnya Pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu di dalam kelas.

 

Pendidikan adalah fondasi utama bagi masa depan bangsa, sebuah proses berkelanjutan untuk mengasah potensi, membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam diri manusia.

 

Kampus adalah kawah candradimuka, sebab dari situlah para generasi muda ditempa untuk menjawab tantangan zaman di dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, bermartabat dan berbudaya.

 

Unggul imbuh dia, para lulusan UNDHA AUB tidak boleh hanya berpuas diri menjadi penonton. Mereka harus berani berinovasi, siap bersaing di kancah global, dan yang paling penting mampu mengimplementasikan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat.  

 

Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesama.

 

Para lulusan juga harus bermartabat, memiliki kecerdasan serta mengamalkan ilmu yang di peroleh dengan moral, ahklak dan budi pekerti. Sebab ilmu tanpa moralitas sama halnya mata pisau tanpa kendali, ia akan menjadi alat perusak.

 

Oleh karena itu bermartabat adalah untuk menjaga kehormatan diri melalui etika, kejujuran dan integritas.

 

Sedangkan di atas  ilmu dan martabat tancapkan jiwa berbudaya dengan menjunjung tinggi nilai nilai kearifan, toleransi dan gotong royong sejalan dengan nilai pengamalan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.  

 

Unggul, bermartabat dan berbudaya adalah tiga pilar karakter yang harus di wujudkan untuk para lulusan UNDHA AUB Surakarta, agar mereka menjadi agen agen perubahan yang mampu mewujudkan cita cita besar bangsa menuju Indonesia Emas.  

 

Para lulusan UNDHA AUB Surakarta juga harus berani melakukan inovasi tidak hanya pada bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga menciptakan ekosistem hijau bagi lingkungan.

 

Inovasi teknologi dan keseimbangan alam harus berjalan beriringan. Sebab jika kemajuan teknologi tidak di barengi dengan kepedulian pada alam, maka yang ada hanya berpotensi menimbulkan kerusakan. Alam akan menjadi korban bagi kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri.

 

Jika alam menjadi korban inovasi ilmu pengetahuan maka bencana alam akan menjadi buah yang harus di tuai. Oleh sebab itu generasi unggul, bermartabat dan berbudaya tidak hanya berguna bagi masyarakat dan peradaban, akan tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan kehidupan semesta raya.

 

Kita sering mendengar istilah lingkungan strategis yang di maknai sebagai kondisi atau situasi yang berhubungan dengan faktor internal dan eksternal, yang bersifat statis maupun dinamis yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan arah kebijakan

 

Padahal lingkungan strategis pada konteks kebermanfaatan adalah kondisi di mana sebuah wilayah memiliki banyak potensi strategis yang dapat di berdayakan untuk kemakmuran masyarakat.

 

Semua wilayah dapat menjadi lingkungan strategis, jika kita sebagai masyarakat mampu menjaga ekosistem kehidupan secara sehat dan baik di dalam menjaga hubungan antara manusia dengan manusia, maupun manusia dengan alam sekitar.

 

Keselarasan tersebut sekarang jarang sekali kita temukan,  kalaupuan ada paling itu berada dalam satu wilayah adat yang masih kuat menjaga nilai nilai kearifan.

 

Anggoro mencontohkan seringnya timbul bencana kebakaran hutan setiap tahun, persoalan sampah yang terus menerus di alami hampir di semua daerah masyarakat perkotaan dan pedesaan.

 

Semua itu lanjut Alumni Lemhanas Angkatan ke 39, karena semakin hilangnya kesadaran masyarakat pada ekosistem keseimbangan alam. Sekaligus jauhnya masyarakat dari rasa kepedulian pada lingkungan.

 

Alam adalah tempat kita berpijak, tempat kita hidup dan membangun kehidupan. Jika manusia tak memiliki kepedulian pada alam, maka kita akan menuai bencana alam. 


Begitu juga bencana peradaban, sosial, budaya dan ekonomi, akibat hilangnya kesadaran manusia pada nilai kearifan yang dimilikinya.

 

Manusia dengan alam memiliki ketergantungan yang tak bisa di lepaskan sesuai dengan akar budaya lokal di setiap daerah. Untuk membangun kesadaran dan kepedulian, generasi muda harus mengenal dan mencintai agar timbul semangat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

 

Sebagai negara agraris yang menggantungkan kemakmuran dari hasil sumber daya alam, kita harus berkaca dengan sejarah masa lalu. Dimana selama ribuan tahun  bangsa Nusantara berhasil mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan tersebut.

 

Bukti kemakmuran itu dapat kita lihat pada kemegahan peninggalan peradaban Nusantara tidak hanya terdapat pada benda benda bersejarah, tetapi juga pengelolaan alam yang di lakukan oleh leluhur Nusantara.

 

Mereka menempatkan ekosistem sebagai basis utama dalam pengembangan teknologi agraris.

 

Ekosistem timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkunganya. Saling memberi, merawat dan menghidupi atau yang kerap kita kenal dalam filosofi jawa ‘Urip Urup’.

 

Oleh karena itu salah satu tujuan terciptanya generasi muda unggul, bermartabat dan berbudaya adalah membentuk karakter dan jiwa Urip Urup. Karena hanya melalui karakter dan jiwa yang kuat, Indonesia Emas dapat di wujudkan oleh generasi muda di masa yang akan datang. Ulasnya.

 

Selain pesan nilai nilai pembangunan karakter untuk para lulusan, Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta juga menekankan kepada seluruh civitas akademik, pentingnya merasa banggsa meneruskan perjuangan pendiri AUB Surakarta yang mengalihkan perjuangan dari mengokang senjata beralih melalui dunia Pendidikan.

 

Sebagai salah satu pelopor perguruan tinggi di Kota Solo, kita patut bangga dan jangan merasa minder bersaing dengan perguruan lain.

 

Sejarah yang menjadi alasan berdirinya AUB Surakarta bukan sekadar kenangan masa lalu, tetapi pondasi rasa percaya diri untuk melangkah lebih jauh, berkembang dan maju bersama UNDHA AUB Surakarta, pungkasnya.. / Djk