Advertisement
PENDIDIKAN- Universitas Dharma (UNDHA) AUB Surakarta kembali menorehkan
prestasi meluluskan lebih dari lima ratus wisudawan pada acara wisuda semester
genap tahun akademik 2025/2026 bertempat di Gedung Graha Garuda, kampus II
UNDHA AUB Surakarta. ( Sabtu, 12/09/2026).
Sebanyak 502 wisudawan tersebut terdiri dari berbagai
bidang program studi Strata1 dan 2, Kata Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta, Dr.
Anggoro Panji Nugroho, M.M di sela sela acara wisuda.
Pada pesan sambutannya, Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta
menyampaikan bahwa pada hakikatnya Pendidikan bukan sekadar proses mentransfer
ilmu di dalam kelas.
Pendidikan adalah fondasi utama bagi masa depan bangsa, sebuah
proses berkelanjutan untuk mengasah potensi, membangun karakter, serta
menanamkan nilai-nilai moral dalam diri manusia.
Kampus adalah kawah candradimuka, sebab dari situlah para
generasi muda ditempa untuk menjawab tantangan zaman di dalam membangun sumber
daya manusia yang unggul, bermartabat dan berbudaya.
Unggul imbuh dia, para lulusan UNDHA AUB tidak boleh
hanya berpuas diri menjadi penonton. Mereka harus berani berinovasi, siap
bersaing di kancah global, dan yang paling penting mampu mengimplementasikan
ilmu untuk kemaslahatan masyarakat.
Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang
bermanfaat bagi sesama.
Para lulusan juga harus bermartabat, memiliki kecerdasan serta
mengamalkan ilmu yang di peroleh dengan moral, ahklak dan budi pekerti. Sebab
ilmu tanpa moralitas sama halnya mata pisau tanpa kendali, ia akan menjadi alat
perusak.
Oleh karena itu bermartabat adalah untuk menjaga kehormatan
diri melalui etika, kejujuran dan integritas.
Sedangkan di atas ilmu
dan martabat tancapkan jiwa berbudaya dengan menjunjung tinggi nilai nilai
kearifan, toleransi dan gotong royong sejalan dengan nilai pengamalan Pancasila
dan Bhinneka Tunggal Ika.
Unggul, bermartabat dan berbudaya adalah tiga pilar karakter
yang harus di wujudkan untuk para lulusan UNDHA AUB Surakarta, agar mereka menjadi
agen agen perubahan yang mampu mewujudkan cita cita besar bangsa menuju Indonesia
Emas.
Para lulusan UNDHA AUB Surakarta juga harus berani melakukan
inovasi tidak hanya pada bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga menciptakan ekosistem
hijau bagi lingkungan.
Inovasi teknologi dan keseimbangan alam harus berjalan
beriringan. Sebab jika kemajuan teknologi tidak di barengi dengan kepedulian
pada alam, maka yang ada hanya berpotensi menimbulkan kerusakan. Alam akan
menjadi korban bagi kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Jika alam menjadi korban inovasi ilmu pengetahuan maka bencana
alam akan menjadi buah yang harus di tuai. Oleh sebab itu generasi unggul,
bermartabat dan berbudaya tidak hanya berguna bagi masyarakat dan peradaban,
akan tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan kehidupan semesta raya.
Kita sering mendengar istilah lingkungan strategis yang di maknai sebagai kondisi atau situasi yang berhubungan dengan faktor internal dan eksternal, yang bersifat statis maupun dinamis yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
dan arah kebijakan
Padahal lingkungan strategis pada konteks kebermanfaatan adalah kondisi di mana
sebuah wilayah memiliki banyak potensi strategis yang dapat di berdayakan untuk
kemakmuran masyarakat.
Semua wilayah dapat menjadi lingkungan strategis, jika kita
sebagai masyarakat mampu menjaga ekosistem kehidupan secara sehat dan baik di
dalam menjaga hubungan antara manusia dengan manusia, maupun manusia dengan
alam sekitar.
Keselarasan tersebut sekarang jarang sekali kita temukan,
kalaupuan ada paling itu berada dalam satu
wilayah adat yang masih kuat menjaga nilai nilai kearifan.
Anggoro mencontohkan seringnya timbul bencana kebakaran
hutan setiap tahun, persoalan sampah yang terus menerus di alami hampir di
semua daerah masyarakat perkotaan dan pedesaan.
Semua itu lanjut Alumni Lemhanas Angkatan ke 39, karena
semakin hilangnya kesadaran masyarakat pada ekosistem keseimbangan alam. Sekaligus
jauhnya masyarakat dari rasa kepedulian pada lingkungan.
Alam adalah tempat kita berpijak, tempat kita hidup dan membangun kehidupan. Jika manusia tak memiliki kepedulian pada alam, maka kita akan menuai bencana alam.
Begitu juga bencana peradaban, sosial, budaya dan
ekonomi, akibat hilangnya kesadaran manusia pada nilai kearifan yang dimilikinya.
Manusia dengan alam memiliki ketergantungan yang tak bisa
di lepaskan sesuai dengan akar budaya lokal di setiap daerah. Untuk membangun
kesadaran dan kepedulian, generasi muda harus mengenal dan mencintai agar
timbul semangat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
Sebagai negara agraris yang menggantungkan kemakmuran
dari hasil sumber daya alam, kita harus berkaca dengan sejarah masa lalu.
Dimana selama ribuan tahun bangsa Nusantara berhasil mewujudkan
kemakmuran dan kesejahteraan tersebut.
Bukti kemakmuran itu dapat kita lihat pada kemegahan
peninggalan peradaban Nusantara tidak hanya terdapat pada benda benda bersejarah, tetapi juga
pengelolaan alam yang di lakukan oleh leluhur Nusantara.
Mereka menempatkan ekosistem sebagai basis utama dalam
pengembangan teknologi agraris.
Ekosistem timbal balik antara mahkluk hidup dengan
lingkunganya. Saling memberi, merawat dan menghidupi atau yang kerap kita kenal
dalam filosofi jawa ‘Urip Urup’.
Oleh karena itu salah satu tujuan terciptanya generasi
muda unggul, bermartabat dan berbudaya adalah membentuk karakter dan jiwa Urip
Urup. Karena hanya melalui karakter dan jiwa yang kuat, Indonesia Emas dapat di
wujudkan oleh generasi muda di masa yang akan datang. Ulasnya.
Selain pesan nilai nilai pembangunan karakter untuk para lulusan,
Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta juga menekankan kepada seluruh civitas
akademik, pentingnya merasa banggsa meneruskan perjuangan pendiri AUB Surakarta
yang mengalihkan perjuangan dari mengokang senjata beralih melalui dunia Pendidikan.
Sebagai salah satu pelopor perguruan tinggi di Kota Solo,
kita patut bangga dan jangan merasa minder bersaing dengan perguruan lain.
Sejarah yang menjadi alasan berdirinya AUB Surakarta bukan
sekadar kenangan masa lalu, tetapi pondasi rasa percaya diri untuk melangkah
lebih jauh, berkembang dan maju bersama UNDHA AUB Surakarta, pungkasnya.. / Djk

