Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
6/08/2026, 6/08/2026 WIB
Last Updated 2026-06-08T14:54:43Z
MetrokotaPeristiwa

Resmi Dikukuhkan, YPBNN Jawa Tengah Siapkan AKIK Untuk Penanggulangan Narkoba

Advertisement

 

ilustrasi/ foto : istimewa


 

METROKOTA- Pengurus Pusat Yayasan Penanggulangan Bahaya Narkoba Nasional (YPBNN), secara resmi mengukuhkan kepengurusan YPBNN Provinsi Jawa Tengah masa bhakti 2026 –2031 melalui Surat Keputusan Nomor: 01/SK-YPBNN/VI/2026.

 

Dalam susunan kepengurusan yang baru di kukuhkan tersebut, banyak tokoh dan figure masuk dalam YPBNN Jawa Tengah.  

 

Selain praktisi hukum, budayawan dan para aktifis sosial kemanusiaan, YPBNN Jawa Tengah juga menggandeng akademisi untuk bersama sama menyatukan semangat dalam upaya pencegahan penanggulangan bahaya narkoba.

 

Salah satu figur akademisi sekaligus praktisi hukum yang masuk dalam kepengurusan tersebut adalah, Dr.Drs H. KRH. Hono Sejati Pradoto Jatinagoro, S.H,M.Hum, yang di tunjuk sebagai penasehat YPBNN Propinsi Jawa Tengah.

 

Masuknya mantan hakim dan rektor ini di harapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran yang lebih luas didalam memperkuat peran organsisasi.

 

Oleh karena itu sebagai langkah awal terobosan inovatif, Hono memperkenalkan Gerakan AKIK dari akronim, Aktif, Kreatif, Inovatif, Kolaboratif.

 

Aktif membangun gerakan responsif, turun langsung ke masyarakat, sekolah, kampus, dan lingkungan sosial yang rentan terhadap paparan penyalahgunaan narkoba.

 

Kreatif, menciptakan metode penyuluhan dan edukasi yang menarik, mudah diterima oleh para generasi muda.

 

Inovatif di dalam mengembangkan strategi pencegahan berbasis teknologi digital, media sosial, dan pendekatan psikososial sejalan dengan kondisi kemajuan zaman.

 

Kolaboratif, membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, media massa, sektor swasta dan elemen masyarakat yang peduli terhadap paparan bahaya narkoba.


Untuk menanggulangi bahaya narkoba kita tidak bisa bekerja secara biasa saja. Di butuhkan organisasi yang aktif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Sebab tantangan tersebut sangat besar jika harus dihadapi sendiri, ujarnya  


Oleh karena itu untuk menanggulangi paparan penyalahgunaan narkoba kita harus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak.


Sementara itu, untuk mengawali langkah YPBNN Propinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan  Hermawan Tri Handoyo, S.H. sebagai Ketua dan Adhy Djoko Prastowo, S.H., M.H. sebagai Sekretaris, YPBNN Jawa Tengah akan segera melakukan safari audiensi dengan para stekholder.


Diantaranya Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kepala BNNP Jawa Tengah, Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, serta lembaga dan institusi lainya.


Audiensi bertujuan untuk memperkenalkan kepengurusan dan membangun sinergi, sekaligus menyampaikan program kerja YPBNN Jawa Tengah dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, tukasnya./ Tok