Advertisement
Dalam susunan kepengurusan yang baru di kukuhkan tersebut, banyak
tokoh dan figure masuk dalam YPBNN Jawa Tengah.
Selain praktisi hukum, budayawan dan para aktifis sosial
kemanusiaan, YPBNN Jawa Tengah juga menggandeng akademisi untuk bersama
sama menyatukan semangat dalam upaya pencegahan penanggulangan bahaya narkoba.
Salah satu figur akademisi sekaligus praktisi hukum yang
masuk dalam kepengurusan tersebut adalah, Dr.Drs H. KRH. Hono Sejati Pradoto
Jatinagoro, S.H,M.Hum, yang di tunjuk sebagai penasehat YPBNN Propinsi Jawa Tengah.
Masuknya mantan hakim dan rektor ini di harapkan dapat
memberikan sumbangsih pemikiran yang lebih luas didalam memperkuat peran
organsisasi.
Oleh karena itu sebagai langkah awal terobosan inovatif, Hono
memperkenalkan Gerakan AKIK dari akronim, Aktif, Kreatif, Inovatif, Kolaboratif.
Aktif membangun gerakan responsif, turun langsung ke
masyarakat, sekolah, kampus, dan lingkungan sosial yang rentan terhadap paparan
penyalahgunaan narkoba.
Kreatif, menciptakan metode penyuluhan dan edukasi yang
menarik, mudah diterima oleh para generasi muda.
Inovatif di dalam mengembangkan strategi pencegahan berbasis
teknologi digital, media sosial, dan pendekatan psikososial sejalan dengan
kondisi kemajuan zaman.
Kolaboratif, membangun sinergi dengan pemerintah, aparat
penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, media massa, sektor
swasta dan elemen masyarakat yang peduli terhadap paparan bahaya narkoba.
Untuk menanggulangi bahaya narkoba kita tidak bisa bekerja
secara biasa saja. Di butuhkan organisasi yang aktif, kreatif, inovatif, dan
kolaboratif. Sebab tantangan tersebut sangat besar jika harus dihadapi sendiri,
ujarnya
Oleh karena itu untuk menanggulangi paparan penyalahgunaan
narkoba kita harus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak.
Sementara itu, untuk mengawali langkah YPBNN Propinsi Jawa Tengah
di bawah kepemimpinan Hermawan Tri
Handoyo, S.H. sebagai Ketua dan Adhy Djoko Prastowo, S.H., M.H. sebagai
Sekretaris, YPBNN Jawa Tengah akan segera melakukan safari audiensi dengan para
stekholder.
Diantaranya Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda
Jawa Tengah, Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kepala BNNP Jawa
Tengah, Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Kepala
Dinas Pendidikan Jawa Tengah, serta lembaga dan institusi lainya.
Audiensi bertujuan untuk memperkenalkan kepengurusan dan membangun
sinergi, sekaligus menyampaikan program kerja YPBNN Jawa Tengah dalam mendukung
upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, tukasnya./ Tok
