Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
6/10/2026, 6/10/2026 WIB
Last Updated 2026-06-10T04:08:14Z
BudayaMetrokota

Kubu PB XIV Purbaya Harap Tidak Ada Kirab Tandingan Malam 1 Sura

Advertisement

 

Jumpe pers terkait penyelenggaran kirab malam satu sura yang di gelar kubu PB XIV Purbaya

 

METROKOTA-Keraton Kasunanan Surakarta rencananya akan menyelenggarakan kirab malam satu sura tahun BE 1960 pada Selasa  malam (16/06).


Demikian di sampaikan oleh pengageng sasana wilapa PB XIV Purbaya GKR Panembahan Timoer saat menggelar jumpa pers bersama awak media di Talang Paten Keraton Kasunanan Surakarta. Selasa pagi (05/06/26)


Tradisi adat yang rutin di selenggarakan setiap tahun tersebut merupakan hajad dalem Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sampai saat ini masih terus di jaga dan di lestarikan. Oleh karena itu keraton mengajak seluruh masyarakat, sentana dalem, abdi dalem, pemerhati budaya, serta seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga marwah, kehormatan, dan kesakralan tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.


GKR Panembahan Timoer berharap tidak ada pihak pihak tertentu yang menyelenggarakan kegiatan tandingan atau menciptakan dualisme acara yang berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, serta dapat menggerus nilai adat, keluhuran budaya, dan kesakralan Hajad Dalem Kirab Pusaka Malam 1 Suro.


Hal tersebut di sampaikan oleh GKRP Timoer terkait dengan adanya isu di  tengah masyarakat bahwa akan ada dualisme kirab malam 1 Sura di Keraton Surakarta.


Seperti di ketahui bahwa pasca mangkatnya Sinuhun PB XIII telah terjadi dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta antara kubu PB XIV Purbaya dan PB XIV Hangabehi yang di dukung oleh Lembaga Dewan Adat (LDA).


Dualisme kepemimpinan tersebut seakan mengikuti jejak langkah PB XIII yang saat awal bertahta juga mengalami hal yang sama. Terjadi matahari kembar di Keraton Surakarta antara PB XIII Hangabehi dan PB XIII Tedjowulan.


Kini masyarakat menunggu upaya penyelesaian konflik tersebut dari dalam internal istana, agar Keraton Surakarta sebagai punjer budaya Jawa dapat kembali seperti sedia kala, kuncara memayuhayuning Buwana. / Djk