Advertisement
ilustrasi / foto: Istimewa
PERISTIWA - Warga Pedan, Klaten, Jawa Tengah di hebohkana dengan
penemuan kerangka manusia di area
persawahan pada Minggu (27/9/2026).
Lokasi penemuan kerangka tersebut posisinya berada di dekat
gardu induk PLN, jauh dari permukiman warga sekitar seperti di lansir dari TribunSolo
Dalam keteranganya Kapolsek Pedan AKP Nyoto menyampaikan,
kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh petani pemilik lahan yang melihat
adanya benda diduga adalah kerangka manusia.
Usai di temukan kemudian ia lapor ke Polsek Pedan. Setelah menerima
laporan dari orang tersebut, Polsek Pedan lantas berkoordinasi dengan Inafis
dan Samapta kemudian mendatang lokasi penemuan kerangka.
Setelah dilakukan pemeriksaan di temukan indikasi kuat bahwa
kerangka tersebut benar merupakan kerangka manusia.
Salah seorang warga kepada apparat mengaku mengenali sosok kerangka
yang di yakini adalah salah satu anggota keluarganya. Keyakinan itu diperkuat dengan
penemuan sisa pakaian berupa kaus dan
celana kolor yang masih menyatu bersama kerangka.
Dari hasil keterangan di ketahui bahwa kerangka yang di
temukan di duga berinisial Sukadi berusia sekitar 70 tahun. Ia meninggalkan
rumah sekitar lima hingga enam bulan yang lalu dan tidak pernah kembali.
Sebelumnya pihak keluarga tidak melaporkan hilangnya Sukadi
kepada apparat kepolisian, sebab mengira kalau Sukadi masih berada atau
berkunjung ke rumah anggota keluarga yang lain. Pihak keluarga juga mengatakan
bahwa Sukadi memang memiliki kebiasaan linglung.
Ia pernah pergi dari rumah namun sempat ditemukan kembali.
Dari Hasil pemeriksaan sementara Polisi bersama tim medis
dari Puskesmas Pedan dan Inafis Polres Klaten menunjukkan, sekitar 90 persen
bagian tulang masih ditemukan dalam kondisi relatif lengkap.
Kendati demikian polisi belum dapat memastikan penyebab
kematian Sukadi. Dokter dari Puskesmas Pedan dan tim Inafis masih melakukan
pemeriksaan. Polisi juga masih meminta keterangan dari pihak keluarga.
Dari pemeriksaan sementara, polisi menyebut belum menemukan
indikasi yang mengarah pada adanya kejanggalan. Pihak keluarga juga telah
menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah
nantinya diserahkan untuk dimakamkan.
"Untuk sementara belum ada kajanggalan. Dokter
menyatakan tidak bisa memastikan, dan dari pihak keluarga sudah menyatakan
menerima bahwa memang ini musibah," Pungkas Kapolsek Pedan. /red

