Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
9/28/2026, 9/28/2026 WIB
Last Updated 2026-09-28T04:52:52Z
Peristiwa

Warga Pedan Di Hebohkan Penemuan Kerangka Di Area Persawahan

Advertisement

 

ilustrasi / foto: Istimewa


PERISTIWA - Warga Pedan, Klaten, Jawa Tengah di hebohkana dengan penemuan kerangka manusia  di area persawahan pada Minggu (27/9/2026).


Lokasi penemuan kerangka tersebut posisinya berada di dekat gardu induk PLN, jauh dari permukiman warga sekitar seperti di lansir dari TribunSolo


Dalam keteranganya Kapolsek Pedan AKP Nyoto menyampaikan, kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh petani pemilik lahan yang melihat adanya benda diduga adalah kerangka manusia.


Usai di temukan kemudian ia lapor ke Polsek Pedan. Setelah menerima laporan dari orang tersebut, Polsek Pedan lantas berkoordinasi dengan Inafis dan Samapta kemudian mendatang lokasi penemuan kerangka.


Setelah dilakukan pemeriksaan di temukan indikasi kuat bahwa kerangka tersebut benar merupakan kerangka manusia.


Salah seorang warga kepada apparat mengaku mengenali sosok kerangka yang di yakini adalah salah satu anggota keluarganya. Keyakinan itu diperkuat dengan penemuan  sisa pakaian berupa kaus dan celana kolor yang masih menyatu bersama kerangka.


Dari hasil keterangan di ketahui bahwa kerangka yang di temukan di duga berinisial Sukadi berusia sekitar 70 tahun. Ia meninggalkan rumah sekitar lima hingga enam bulan yang lalu dan tidak pernah kembali.


Sebelumnya pihak keluarga tidak melaporkan hilangnya Sukadi kepada apparat kepolisian, sebab mengira kalau Sukadi masih berada atau berkunjung ke rumah anggota keluarga yang lain. Pihak keluarga juga mengatakan bahwa Sukadi memang memiliki kebiasaan linglung.


Ia pernah pergi dari rumah namun sempat ditemukan kembali.


Dari Hasil pemeriksaan sementara Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Pedan dan Inafis Polres Klaten menunjukkan, sekitar 90 persen bagian tulang masih ditemukan dalam kondisi relatif lengkap.


Kendati demikian polisi belum dapat memastikan penyebab kematian Sukadi. Dokter dari Puskesmas Pedan dan tim Inafis masih melakukan pemeriksaan. Polisi juga masih meminta keterangan dari pihak keluarga.


Dari pemeriksaan sementara, polisi menyebut belum menemukan indikasi yang mengarah pada adanya kejanggalan. Pihak keluarga juga telah menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah nantinya diserahkan untuk dimakamkan.


"Untuk sementara belum ada kajanggalan. Dokter menyatakan tidak bisa memastikan, dan dari pihak keluarga sudah menyatakan menerima bahwa memang ini musibah," Pungkas Kapolsek Pedan. /red