Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
8/30/2026, 8/30/2026 WIB
Last Updated 2026-08-30T09:55:18Z
BudayaMetrokota

Ketua FBM Dukung Warga Debegan Wujudkan Kampung Budaya

Advertisement

Ketua FBM dan DPPSBI Di dampingi Sekjen DPPSBI, Ketua RW kampung Debegan dan ketua paguyuban reog. / Foto: MS


BUDAYA- Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) dan DPPSBI (Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia) Dr. BRM Kusumo Putro, S.H,.M.H berharap, pemerintah Kota Solo menjadikan kampung kampung yang memiliki potensi seni budaya sebagai kampung budaya untuk mengangkat sekaligus membangun sektor wisata dengan melibatkan langsung masyarakat.


Hal itu di ungkapkan ketua FBM saat menghadiri acara jalan sehat HUT RI ke 81 tahun di Kampung Debegan, Mojosongo, Solo.


Di katakan, pengembangan kampung budaya sejalan dengan slogan Solo sebagai Kota Budaya. Oleh sebab itu pemberdayaan dan pengembangan potensi tersebut harus di dukung oleh pemerintah daerah agar bisa maju dan berkembang.


Seperti halnya potensi seni budaya di kampung Debegan yang memiliki group kesenian reog Ponorogo.


Sebagian besar para penari dan penabuh gamelan mereka adalah anak anak muda. Ini tentu sangat baik sekali jika bisa di kembangkan dan di berdayakan kemampuanya. Apalagi group ini pernah meraih juara I pada ajang festival kesenian reog se Soloraya, Ujarnya


Kepedulian  para generasi muda pada kesenian tersebut tidak hanya modal bagi mereka untuk mengembangkan sumber daya yang ada, akan tetapi juga menumbuhkan kecintaan pada warisan budaya bangsa.


Sehingga atas dasar kecintaan tersebut generasi muda memiliki kepedulian untuk melestarikanya.


Kampung budaya jelas Ketua DPPSBI, jangan dipandang hanya sekedar upaya untuk mengembangkan potensi seni yang ada, akan tetapi melalui kampung budaya tersebut masyarakat di tumbuhkan kecintaanya.


Seni budaya bukan sekedar hasil kreatifitas, akan tetapi dari budi daya akan lahir kreatifitas kreatifitas lain sehingga akan melahirkan potensi baru untuk di kembangkan.


Secara umum pengembangan kampung budaya bertujuannya untuk melestarikan tradisi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Menjaga adat istiadat, kesenian tradisional, serta nilai-nilai luhur agar tidak lenyap di telan kemajuan jaman.  


Pengembangan kampung budaya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata, UMKM, kuliner dan penciptaan lapangan kerja baru bagi warga masyarakat sekitar.


Selain itu untuk memperkuat karakter lokal dan daya tarik suatu daerah sehingga masyarakat bangga terhadap warisan budayanya sendiri.


Sekaligus menghadirkan destinasi wisata berbasis komunitas yang ramah, serta tidak merusak tatanan sosial warga setempat.


Sekjen DPPSBI Wisnu Tri Pamungkas, S.H mengapresiasi langkah warga kampung Debegan yang ingin menjadikan kampung mereka sebagai kampung budaya.


Upaya tersebut di nilai sangat penting agar pemerintah Kota Solo peduli pada potensi yang ada, serta bisa memberikan bantuan untuk pengembangan seni budaya.


Kampung budaya juga akan mempercantik wajah asli Kota Solo yang berbudaya di dalam memperkuat nilai nilai toleransi , persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.  


M . Imam Zazuli, tokoh masyarakat sekaligus Ketua RW 2 Debegan, Mojosongo, Solo, berharap Pemerintah Kota Solo memperhatikan aspirasi masyarakat yang menginginkan kampung Debegan sebagai kampung budaya.


Apalagi potensi pengembangan seni budaya di kampung Debegan saat ini di dominasi oleh anak anak muda, sehingga sudah sewajarnya kita sebagai orang tua mendukung pengembangan tersebut.


Pengembangan potensi melalui kampung budaya akan meningkatan semangat anak anak muda berkreasi. Memperkuat sumber daya manusia dan nilai jati diri di tengah ancaman arus informasi bebas di internet yang dapat merusak mental anak anak bangsa./ Jko