Advertisement
PENDIDIKAN-Yayasan Karya Dharma Pancasila bersama seluruh civitas
akademi Universitas Dharma (UNDHA) AUB Surakarta, Rabu pagi (8/4/26) menggelar
Halal Bi Halal dan Dies Natalis UNDHA AUB Surakarta ke 4 di Gedung Graha Garuda
kampus UNDHA AUB Surakarta.
Hadir pada acara tersebut ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta,
Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M, Rektor UNDHA AUB Surakarta, Prof. Dr Siti Fatona
M.M, para pimpinan civitas akademik beserta seluruh pengurus yayasan.
Dalam sambutanya Rektor UNDHA AUB Surakarta menyampaikan
perihal makna acara halal bi halal dalam perspektif kelembagaan perguruan
tinggi UNDHA AUB Surakarta. Bahwa perbedaan pendapat itu adalah hal wajar, akan
tetapi jangan sampai perbedaan tersebut memecah belah kebersamaan, apalagi didalam
mengelola civitas akademik.
Harus memiliki kebersaman dan khitah dalam memajukan lembaga
perguruan tinggi.
Mengemban misi dan visi pendiri UNDHA AUB Surakarta, serta mengutamakan
kepentingan lembaga jauh lebih utama ketimbang kepentingan pribadi.
Yang sama, Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta Dr. Anggoro
Panji Nugroho,M.M dalam pesannya menyampaikan pentingnya semua pengurus lembaga
dan civitas akademik kembali pada sesanti suci MA Tukidjo Martoadmojo, selaku
pendiri AUB Surakarta yang sekarang beralih nama menjadi UNDHA AUB Surakarta.
Sesanti Suci tersebut adalah SEPI ING PAMRIH, RAME ING
GAWE, MEMAYU HAYUNING BAWANA.
Sepi artinya sunyi tidak ramai. Sunyi dalam hal ini tidak
memiliki pamrih dalam beramal soleh dan kebaikan. Bekerja dan berbhakti sebesar
besarnya untuk menyelamatkan dan mensejahterakan alam raya.
Bekerja tulus ihklas mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
dengan terus berusaha menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama didalam
menjunjung tinggi dan mendharmakan kehidupan sehari hari.
‘ Kita harus mengingat kembali sejarah berdirinya AUB
Surakarta sebagai sebuah pijakan visi dan misi untuk membangun keberlanjutan dan
kejayaan kembali UNDHA AUB Surakarta’ Ujar Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta
menandaskan.
Anggoro mengungkapkan pentingnya seluruh pengurus menjaga soliditas
dan kebersamaan, sekaligus menegaskan kembali seluruh rangkaian kesatuan lembaga
yang ada di dalam Undha AUB Surakarta.
Hal itu penting disampaikan agar tidak terjadi salah
persepsi di dalam civitas akademik.
Ia kembali menegaskan pesan-nya bahwa di dalam keluarga besar
UNDHA AUB Surakarta harus selalu guyub rukun, saling menguatkan dan mengisi
kekurangan. Karena hanya dengan guyub rukun program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB)
dapat berjalan dengan maksimal.
Sampaikan program unggulan yang selama ini sudah di capai oleh
UNDHA AUB kepada para calon mahasiswa baru, serta membangun komunikasi dalam
menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.
Yayasan ibarat sawah yang harus di jaga dan di rawat tanamanya
agar tumbuh subur dan berbuah baik setiap saat. Hasil panen tersebut tidak hanya
memberi dampak bagi para petani yang menggarap sawah, tetapi seluruh keluarga dan
masyarakat juga akan merasakan dampak yang ada.
Jika hasil panen baik maka petani makmur. Begitu juga sebaliknya,
jika gagal panen maka petani akan kesusahan. Dampak tersebut tentu juga akan di
rasakan oleh masyarakat, bangsa dan negara.
Amanah dan cita cita para pendiri AUB harus kita pegang
teguh, meski situasi nasional dan kondisi geopolitik global tengah tidak
menentu seperti sekarang ini.
Sejarah membuktikan bahwa hanya dengan persatuan dan kesatuan
kita dapat terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik untuk kemajuan Pendidikan
di tanah air, sekaligus kemakmuran yayasan beserta seluruh civitas akedemik
UNDHA AUB Surakarta. / Tok
.jpeg)



.jpeg)