Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
4/08/2026, 4/08/2026 WIB
Last Updated 2026-04-08T11:36:54Z
MetrokotaPendidikan

Hahal Bi Halal & Dies Natalis ke 4 UNDHA AUB Surakarta, Ketua Yayasan Ingatkan Sesanti Suci Pendiri AUB Surakarta

Advertisement

 

Foro bersama pengurus yayasan dan civitas akademik Undha AUB Surakarta


PENDIDIKAN-Yayasan Karya Dharma Pancasila bersama seluruh civitas akademi Universitas Dharma (UNDHA) AUB Surakarta, Rabu pagi (8/4/26) menggelar Halal Bi Halal dan Dies Natalis UNDHA AUB Surakarta ke 4 di Gedung Graha Garuda kampus UNDHA AUB Surakarta.


Hadir pada acara tersebut ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M, Rektor UNDHA AUB Surakarta, Prof. Dr Siti Fatona M.M, para pimpinan civitas akademik beserta seluruh pengurus yayasan.




Dalam sambutanya Rektor UNDHA AUB Surakarta menyampaikan perihal makna acara halal bi halal dalam perspektif kelembagaan perguruan tinggi UNDHA AUB Surakarta. Bahwa perbedaan pendapat itu adalah hal wajar, akan tetapi jangan sampai perbedaan tersebut memecah belah kebersamaan, apalagi didalam mengelola civitas akademik.


Harus memiliki kebersaman dan khitah dalam memajukan lembaga perguruan tinggi.


Mengemban misi dan visi pendiri UNDHA AUB Surakarta, serta mengutamakan kepentingan lembaga jauh lebih utama ketimbang kepentingan pribadi.




Yang sama, Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta Dr. Anggoro Panji Nugroho,M.M dalam pesannya menyampaikan pentingnya semua pengurus lembaga dan civitas akademik kembali pada sesanti suci MA Tukidjo Martoadmojo, selaku pendiri AUB Surakarta yang sekarang beralih nama menjadi UNDHA AUB Surakarta.


Sesanti Suci tersebut adalah SEPI ING PAMRIH, RAME ING GAWE, MEMAYU HAYUNING BAWANA.


Sepi artinya sunyi tidak ramai. Sunyi dalam hal ini tidak memiliki pamrih dalam beramal soleh dan kebaikan. Bekerja dan berbhakti sebesar besarnya untuk menyelamatkan dan mensejahterakan alam raya. 




Bekerja tulus ihklas mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan terus berusaha menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama didalam menjunjung tinggi dan mendharmakan kehidupan sehari hari.


‘ Kita harus mengingat kembali sejarah berdirinya AUB Surakarta sebagai sebuah pijakan visi dan misi untuk membangun keberlanjutan dan kejayaan kembali UNDHA AUB Surakarta’ Ujar Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta menandaskan.


Anggoro mengungkapkan pentingnya seluruh pengurus menjaga soliditas dan kebersamaan, sekaligus menegaskan kembali seluruh rangkaian kesatuan lembaga yang ada di dalam Undha AUB Surakarta.


Hal itu penting disampaikan agar tidak terjadi salah persepsi di dalam civitas akademik.


Ia kembali menegaskan pesan-nya bahwa di dalam keluarga besar UNDHA AUB Surakarta harus selalu guyub rukun, saling menguatkan dan mengisi kekurangan. Karena hanya dengan guyub rukun program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dapat  berjalan dengan maksimal.



Sampaikan program unggulan yang selama ini sudah di capai oleh UNDHA AUB kepada para calon mahasiswa baru, serta membangun komunikasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.


Yayasan ibarat sawah yang harus di jaga dan di rawat tanamanya agar tumbuh subur dan berbuah baik setiap saat. Hasil panen tersebut tidak hanya memberi dampak bagi para petani yang menggarap sawah, tetapi seluruh keluarga dan masyarakat juga akan merasakan dampak yang ada.


Jika hasil panen baik maka petani makmur. Begitu juga sebaliknya, jika gagal panen maka petani akan kesusahan. Dampak tersebut tentu juga akan di rasakan oleh masyarakat, bangsa dan negara.


Amanah dan cita cita para pendiri AUB harus kita pegang teguh, meski situasi nasional dan kondisi geopolitik global tengah tidak menentu seperti sekarang ini.


Sejarah membuktikan bahwa hanya dengan persatuan dan kesatuan kita dapat terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik untuk kemajuan Pendidikan di tanah air, sekaligus kemakmuran yayasan beserta seluruh civitas akedemik UNDHA AUB Surakarta. / Tok