Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
12/21/2025, 12/21/2025 WIB
Last Updated 2025-12-21T14:29:16Z
BudayaMetrokota

Ketua FBM Ingatkan Kunci Persatuan Di Keraton Surakarta Adalah Kesadaran Bersama

Advertisement

 

Ketua FBM sekaligus DPPSBI yang berprofesi sebagai advokad/ Foto: MS


METROSURAKARTA-Konflik kekuasaaan di Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini seakan belum menemukan titik temu, berseterunya dua kubu antara kubu PB XIV Hangabehi yang di dukung oleh Lembaga Dewan Adat dengan kubu PB XIV Purubaya yang di dukung oleh keluarga besar putra putri PB XIII.

 

Memanasnya konflik kekuasaan tersebut sekarang tidak hanya soal kedudukan siapa yang layak menyandang gelar raja, namun sudah melebar kemana mana serta saling klaim tentang paugeran. Isu penggantian gembok museum, serta campur tangan pemerintah yang dianggap kurang berpihak pada salah satu kubu membuat perseteruan semakin meruncing.

 

Untuk itu selaku ketua Umum Forum Budaya Mataram (FBM), sekaligus ketua DPPSBI (Dewan Penyelamat, Pelestari Seni Budaya Indonesia) BRM. Dr. Kusuma Putra, S.H,.M.H berharap agar konflik di Keraton Kasunanan Surakarta segera berakhir.

 

Ketua FBM yang juga advokat kondang tersebut menyarankan di bangunya kesadaran kolektif serta berpikir ke depan untuk kepentingan bersama yaitu pelestarian budaya Jawa di Keraton Kasunanan Surakarta.

 

Kusuma, secara heritage Keraton Kasunanan Surakarta adalah asset bangsa yang harus di jaga dan di lestarikan. Meski secara pengelolaan di kelola oleh para pewaris raja raja Mataram Islam sejalan dengan aturan dan perundang undangan yang berlaku.

 

Warisan itu sebut dia, tidak bisa di klaim hanya milik pewaris sepihak, sebab secara turun temurun banyak pewaris raja raja Mataram yang lain. Apalagi pasca peralihan dari kerajaan ke republic, tentu banyak hal yang harus di sikapi terkait keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta.

 

Sebagai pusat budaya jawa dan heritage, masyarakat juga merasa memiliki serta berhak menjaga keberlangsungan Keraton Kasunanan Surakarta. Sehingga konflik kekuasaan yang terus menerus berlangsung akan membuat kita sebagai masyarakat Kota Solo merasa malu, ungkapnya.

 

Keraton Surakarta adalah warisan sejarah yang harus di jaga dan di lestarikan, akan tetapi tanpa peran serta masyarakat Keraton bukan siapa siapa.

 

Pasal 5 Undang Undang Nomer 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya mengamanatkan, masyarakat dapat berperan serta melakukan perlindungan cagar budaya. Sedangkan Pasal 63 masyarakat dapat berperan serta melakukan pengamanan cagar budaya

 

Selanjutnya pada Pasal 99 ayat (2) masyarakat ikut berperan serta dalam pengawasan pelestarian cagar budaya. Sedangkan sanksi pidana di berikan kepada siapa yang dengan sengaja mencegah, menghalang halangi, atau menggagalkan upaya pelestarian cagar budaya sebagaimana di maksud dalam pasal 55 maka akan di kenakan penjara paling lama 5 tahun atau denda maksimal 500jt.

 

Kusuma mengingatkan agar siapapun tidak menghalang halangi upaya pelestarian cagar budaya karena ada sanksi pidananya.  

 

Dalam upaya penyelamatan dan pelestarian cagar budaya, pemerintah tegas Kusuma tidak boleh itung itungan soal anggaran biaya, karena nilai sejarah dan pengetahuan yang ada di dalamnya sangat dalam. Bangsa ini sangat kaya dan bisa membiaya berapapun upaya pelestarian tersebut, jika ada kemauan bersama dari Pemerintah dan para stekholder.

 

Pemerintah tegasnya, tidak boleh mencampuri terlalu dalam urusan internal keluarga Keraton. Jangan mengulang sejarah campur tangan kompeni di setiap suksesi dan konflik kerajaan di masa lalu, karena hanya akan semakin memperkeruh suasana.

 

Leluhur kita memiliki cara bagaimana menyelesaikan persoalan dengan bijak melalui mawas diri dan mendekat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan hanya karena nafsu kekuasaan kita melupakan ajaran luhur tersebut. Dua hal ini kunci dalam mewujudkan kemakmuran dan kejayaan di Keraton Kasunanan Surakarta.

 

Sebagai seorang pemangku adat, kemanunggalan raja bersama kawula merupakan hal yang wajib di lakukan. Karena untuk mewujudkan kemakmuran tersebut, raja harus dekat dengan para kawulanya.

 

Dalam dunia modern seperti sekarang ini kawula adalah rakyat sebagai pemilik suara tertinggi. Oleh sebab itu seorang pemimpin tidak boleh adigang, adigung, adiguna, merasa paling memiliki derajat dan berkuasa.

 

Sebagai tokoh masyarakat Kota Solo Kusuma mengingatkan, tumbuhnya kesadaran kolektif menjaga persatuan dan kesatuan di dalam Keraton Kasunanan Surakarta. Agar harapan warga masyarakat untuk Solo Makmur Berbudaya dapat terwujud.  

 

Pemerintah Kota Solo jelas Kusuma harus pro aktif membangun sinergi dengan para pemangku adat. Membuat solusi dan memanfaatkan ruang public untuk kegiatan dan event kebudayaan, agar bisa memberikan nilai tambah lewat pembangunan ekonomi kreatif.

 

Keraton, Pemerintah Kota Solo dan masyarakat harus bersama sama mewujudkan kemakmuran tersebut. Karena wajah asli Solo tak bisa di lepaskan dari wajah asli budaya Keraton Kasunanan Surakarta. Begitupun sebaliknya, keberadaan Keraton Surakarta tak bisa lepas dari peran pemerintah daerah.


Konflik kekuasaan timbulnya dua matahari kembar di Keraton Surakarta tidak hanya terjadi pada saat ini saja, akan tetapi di masa awal kepemimpinan PB XIII, konflik tersebut juga pernah ramai tetapi tidak seheboh sekarang.

 

Pasalnya di era keterbukaan informasi dan media social seperti sekarang ini, berita kecil bisa menjadi heboh. Semua orang bisa menjadi pewarta, semua orang bisa menyebarkan informasi, meski terkadang informasi yang di sampaikan tanpa di dukung konfirmasi sumber terpercaya.

 

Begitupun setiap orang, mereka dengan mudah memberikan dukungan dan penilaiaaan tanpa harus melihat dengan jernih. Berita benar dan hoaks berada pada dua sisi yang akan dilihat dan dinilai sejalan dengan emosinal masing masing orang yang melihatnya. Yang benar bisa dianggap salah, sementara yang salah bisa di nilai benar.

 

Padahal jika merunut garis kekerabatan, PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purubaya sebenarnya adalah saudara kakak adik satu ayah. Akan tetapi ikatan tali silaturahmi persaudaraan mereka saat ini di pertaruhkan di antara dua ego kekuasaan. 

(Tok/jk)