Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
12/24/2025, 12/24/2025 WIB
Last Updated 2025-12-24T00:47:50Z
BudayaMetrokota

Juru Bicara PB XIV Purubaya Ungkap Alasan Raja Surakarta Diangkat Menjadi Pembina GRIB Jateng

Advertisement
Foto : Dok Juru Bicara PB XIV Purubaya


METROKOTA- Viral di media sosial Pakoe Boewono XIV Purubaya  di angkat menjadi Pembina Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jawa Tengah (Jateng).


Pengangkatan tersebut terang Ketua GRIB Jaya Jateng, Isroi Rois, ingin mematikan stigma bahwa GRIB kerap dipandang sebagai preman. Untuk itu dengan mengangkat PB XIV Purubaya pihaknya ingin mematikan stigma tersebut.


Kita akan memastikan bahwa kami bukan preman, tapi orang-orang yang memiliki latar belakang akademisi dengan mengedepankan keharmonisan.

 

Terpisah juru bicara PB XIV Purubaya, KPA Singonagoro dalam keterangan tertulisnya menyampakan, bahwa kehadiran PB XIV Purubaya dalam sebuah kegiatan bersama dengan Pengurus DPD GRIB Jaya Jawa Tengah,  saat meninjau dapur MBG di salah satu pesantren di Kabupaten Demak yang didirikan dan dikelola oleh pengurus setempat.


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi serta perhatian PB XIV Purubaya terhadap kegiatan sosial keagamaan yang ada di masyarakat.


Dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan sederhana,  PB XIV Purubaya dimintai kesediaannya agar berkenan menjadi salah satu penasehat.


Permintaan tersebut dipahami sebagai bentuk penghormatan secara personal kepada beliau sebagai tokoh adat dan budaya yang menekankan pada nasehat moral, kebangsaan, serta nilai-nilai kearifan lokal.


Kehadiran dan peran beliau dalam hal ini imbuh KPA Singonagoro,  tidak dimaknai sebagai afiliasi kelembagaan, serta tidak membawa institusi Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ke dalam struktur maupun kepentingan organisasi tertentu.


Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tetap berdiri sebagai lembaga adat dan budaya yang mengedepankan nilai persatuan, serta merangkul seluruh lapisan masyarakat pada koridor yang sama.

 

PB XIV juga menempatkan setiap ruang interaksi untuk sarana memperkuat persaudaraan, keharmonisa, sosial, dengan tetap memegang teguh  paugeran dan nilai adiluhung budaya Jawa, pungksanya (red)