Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
11/28/2025, 11/28/2025 WIB
Last Updated 2025-11-28T04:11:48Z
MetrokotaRagam

Pohon Natal Dari Gulungan Karton Bekas: Fave Hotel Solo Sampaikan Pesan Natal Peduli Kepada Alam

Advertisement
Pohon natal dari limbah gulungan karton / foto Metrosurakarta


METROKOTA-Melalui konsep Go Green, Fave Hotel Manahan Solo dan Fave Hotel Solo Baru hadirkan inovasi pohon Natal berbahan dasar limbah gulungan karton, sebagai wujud kepedulian pada lingkungan.

 

Melalui Gerakan Go Green, Fave Hotel ingin menyampaikan pesan dan mendorong masyarakat turut serta berperan aktif menjaga lingkungan. Selain itu penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recyle) juga menunjukan komitmen nyata Fave Hotel pada upaya pelestarian alam di tengah isu peribahan iklim dan pemanasan global.

 

Pohon natal tahun ini dibuat memanfaatkan gulungan karton bekas seperti gulungan tissue roll, gulungan lakban dan gulungan plastik wrapping yang dikumpulkan selama 10 bulan. Ide pembuatan tersebut muncul sejak tahun lalu, selaras pada fokus hotel untuk menghadirkan pohon Natal ramah lingkungan setiap tahun, ujar Khuswatus Solikhin, Hotel Manager fave hotel Manahan Solo dan fave hotel Solo Baru

 

Untuk membuat satu buah pohon natal, fave hotel Manahan Solo membutuhkan 30kg gulungan karton bekas. Sedangkan fave hotel Solo Baru membutuhkan 80kg gulungan karton bekas.


Pembuatan dua buah pohon natal tersebut dilakukan langsung oleh tim internal hotel yang memakan waktu sekitar 2 minggu, sehingga menghasilkan karya seni yang unik, inspiratif dan sarat edukasi tentang pelestarian lingkungan.

 

Pohon Natal di fave hotel Manahan Solo memiliki tinggi 3 meter dengan diameter 1 meter, sedangkan di fave hotel Solo Baru setinggi 7 meter dengan diameter 2,5 meter. Seluruh gulungan karton dibiarkan dengan warna asli tanpa pewarna tambahan, untuk memberikan kesan natural yang menggambarkan kejujuran, kesederhanaan dan karakter alami bahan.

 

Pohon Natal setinggi 7 meter kata Khuswatus, bukan sekedar dekorasi hotel. Akan tetapi lebih dari itu, ia merupakan karya seni yang menyatukan kreativitas, kepedulian dan pesan keberlanjutan, serta menunjukan bahwa keindahan tidak selalu harus datang dari sesuatu yang baru, melainkan dapat muncul dari upaya menghidupkan kembali sesuatu yang sudah dianggap tak bernilai.


Setiap gulungan karton yang tersusun melambangkan kerjasama, ketekunan dan semangat bagi lingkungan. Bentuk gulungan yang melingkar juga mencerminkan siklus kehidupan, kasih, harapan dan transformasi.

 

Tahun ini kami mengangkat tema Miracle of Giving untuk mengingatkan bahwa keajaiban sering lahir dari hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Penggunaan bahan recycle adalah bentuk komitmen kami terhadap lingkungan, setelah mengumpulkan bahan selama 10 bulan, kami mengolahnya menjadi pohon Natal yang memiliki kehidupan dan makna baru.


Kami berharap setiap tamu dapat merasakan pesan kepedulian kepada bumi dan sesama. fave hotel Manahan Solo dan fave hotel Solo Baru ingin menegaskan, bahwa keberlanjutan bukan hanya tren, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan lewat ide kreatif, kolaborasi tim dan semangat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan.

(Djk)