Advertisement
Penyerahan draf kerjasama antara UNDHA AUB Surakarta dengan DPN PPDI disaksikan Ketua Yayasan dan Penasehat Strategis Bid. Kerjasama
PENDIDIKAN - Desa memiliki peran sangat strategis didalam mewujudkan swasembada
pangan, sekaligus membangun peningkatan sumber daya alam dan manusia untuk pengembangan
ekosistem wisata, modernisasi pertanian, serta pembangunan akses global di
dalam menciptakan jutaan lapangan kerja berbasis sosial dan budaya.
Seluruh sumber potensi yang ada di desa tersebut tentu harus
di dukung dengan kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni, agar desa bisa merealisasikan
cita cita besar bangsa menuju kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Salah satu straregi upaya mewujudkan kemampuan tersebut maka
di butuhkan kemauan keras dan menjalin kerja sama semua pihak, utamanya lembaga
perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang ada di
desa.
Peningkatan sumber daya manusia tidak sebatas untuk
perangkat desa, selaku pihak yang di berikan wewenang dan tanggung jawab oleh negara
menata dan mengelola managemen desa, tetapi
juga para generasi muda dan masyarakat secara luas.
Oleh karena itu Universitas Dharma AUB Surakarta bersama dengan
Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN-PPDI) mencoba
menjajaki kerjasama pada bidang peningkatan sumber daya manusia lewat kemudahaan
perkuliahan jenjang strata 1, 2 dan 3 yang di bisa di lakukan secara daring, hybrid
maupun class room di setiap daerah.
Penjajakan kerjasama dengan DPN PPDI di sampaikan langsung
oleh Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakara, Dr, Anggoro Panji Nugroho, S.E, M.M di damping
Galih Wisnu Wardhana, S.E,.M.M, serta Edi, S.M selaku penasehat strategis
bidang Kerjasama.
Dalam keteranganya Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta menyampaikan,
pentingnya peningkatan pembangunan sumber daya manusia untuk masyarakat
pedesaan.
Kemajuan teknologi pertanian dan pangan modern saat ini
sudah sangat maju, begitu juga system pengelolaan managemen, semua sudah di
olah dengan basis data.
Perkembangan teknologi yang terus maju dan berkembang tersebut,
tentu harus di barengi dengan kapasitas sumber daya manusia yang sesuai, agar kemampuan
mengelola sumber daya alam tidak tertinggal dengan negara lain.
Pasar komoditi, pengembangan sektor wisata, ekonomi kreatif
dan UMKM, serta seni budaya juga dapat dipasarkan keluar menjadi ekosistem
wisata pedesaan melalui akses internet.
Berbegai keunggulan potensi desa harus di kelola dengan
sumber daya manusia yang cakap, agar kemajuan teknologi dapat di manfaatkan
secara bijak untuk kemakmuran desa.
Pemerataan pendidikan sampai tingkat sarjana juga bisa di
nikmati oleh warga desa tidak hanya di pulai jawa, tetapi juga di kawasan lain
khususnya di daerah 3T.
Hal itu sejalan dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 dalam
rangka mencerdaskan seluruh anak bangsa.
Oleh sebab itu penjajakan Kerjasama antara UNDHA AUB
Surakarta dengan DPN PPDI di harapkan tidak hanya mampu memberikan kecakapan
sumber daya manusia bagi pengembangan pertanian, wisata, sosial dan budaya,
tetapi juga mewujudkan cita cita besar Indonesia Emas 2045.
Akses pendidikan tinggi bagi warga desa imbuh Anggoro,
adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan dan mendorong kemandirian wilayah.
Pengelolaan potensi local juga tidak lagi bergantung pada cara cara tradisional
yang terbatas, melainkan dapat bertransformasi menjadi lebih modern, efektif
dan berkelanjutan.
Namun kendati demikian Anggoro mengingatkan, agar nilai budaya
dan kearifan yang selama ini di pegang teguh masyarakat desa senantiasa di jaga
dan di pertahankan. Jangan sampai pengetahuan dan kemajuan teknologi merusak
ekosistem alam pedesaan dan sumber daya yang ada.
Selaku Penasehat Strategis bidang Kerjasama yang saat ini
juga mendharma bhaktikan keilmuanya di Sekretariat Jenderal Wakil Menteri Desa,
Edi, S.M menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia desa tidak
hanya membekali warga desa dengan wawasan teknis, kemampuan berpikir kritis,
serta keahlian manajerial yang terdidik dan mampu mendorong inovasi, tetapi
juga akan menciptakan pemimpin local yang adaptif, serta agen agen perubahan
yang membawa pemikiran modern tanpa mematikan nilai budaya dan kearifan local.
Memaksimalkan sumber daya pertanian yang menjadi tulang
punggung desa melalui peningkatan produktifitas. Sekaligus menerapkan teknologi
pertanian modern lewar smart farming, mekanisasi, dan pemanfaatan pupuk ramah
lingkungan.
Memahami rantai pasok dan pemasaran digital untuk memotong
mata rantai tengkulak, sehingga keuntungan petani akan semakin meningkat
drastis.
Pemasaran digital sejalan dengan program yang saat ini
tengah di jalankanya yaitu smart village.
Membangun jaringan internet di desa desa yang tersambung
dengan instansi lain dan akses global secara luas. Melalui sumber daya yang
ada, desa juga akan mampu melakukan perencanaan matang pada pengembangan wisata
agar tidak merusak lingkungan.
Begitu juga keuntungan warga desa, mereka akan terbiasa terdidik
manajemen, komunikasi dan menggali potensi wisata. Sehingga mampu memetakan
potensi keunikan alama dan menyusun tata kelola destinasi yang berkelanjutan
(sustainable tourism).
Mengelola strategi pemasaran berbasis digital untuk menarik
wisatawan domestik maupun mancanegara. Membuka lapangan kerja baru berbasis
jasa, layanan hospitality, dan ekonomi kreatif di desa.
Yang sama Widi Hartono selaku Ketua DPN PPDI sangat
menyambut baik penjajakan kerjasama peningkatan kapasitas SDM antara UNDHA AUB
Surakarta dan DPN-PPDI.
Kerjasama tersebut di harapkan tidak hanya memberikan dampak
bagi kemajuan managemen pengelolaan administrasi desa, tetapi juga mengelola
kebijakan dan arah Pembangunan desa sejalan dengan cita cita kemakmuran dan
kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya juga akan mendorong para perangkat desa yang tergabung
dalam PPDI untuk meningkatkan sumber daya manusia dan menambah ilmu pengetahuan
lewat UNDHA AUB Surakarta, agar memiliki kompetensi dan kemampun yang lebih
baik tidak hanya tingkat local tetapi juga nasional.
Pendidikan tinggi bagi warga desa bukan hanya investasi bagi
individu, melainkan fondasi utama untuk membangun desa yang mandiri, sejahtera,
dan berdaya saing tinggi.
Widi berharap kebutuhan biaya perkuliahan juga mampu di topang para perangkat desa yang ingin melanjutkan studi kuliah di UNDHA AUB Surakarta, sehingga tidak membebani nafkah keluarga.
Pada penjajakan kerjasama antara UNDHA AUB Surakarta dengan DPN PPDI, di serahkan langsung format MoU dari Galih Wisnu Wardhana, S.E,M.M mewakili dari pihak Yayasan UNDHA AUB Surakarta kepada Ketua DPN PPDI, Widi Hartono / Tok

