Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
9/02/2026, 9/02/2026 WIB
Last Updated 2026-09-02T14:48:16Z
MetrokotaPeristiwa

Kebakaran Hebat Landa TPA Putri Cempo, Solo

Advertisement

 

Foto : Istimewa


PERISTIWA- Rabu malam, (02/09/2026) kebakaran hebat menghanguskan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.


Api pertama kali muncul dari Blok D, kemudian merembet dengan cepat ke Blok B dan C hingga menyasar area open dumping akibat tiupan angin kencang.


Puluhan mobil pemadam kebakaran dari Solo dan Karanganyar dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengatasi yang berkobar hebat. Ratusan personel gabungan pemadam kebakaran, relawan, petugas PMI Kota Solo, serta unit water cannon Polresta Surakarta berjibaku melokalisir kobaran api.


Upaya penanganan tersebut diprioritaskan untuk mencegah api merembet ke area Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

 

Lurah Mojosongo, Katarina Kartika mengatakan, laporan mengenai insiden tersebut mulai diterima sekitar pukul 18.00 WIB usai mendapat laporan dari pengurus RW setempat.


"Saya ditelepon Pak RW 30 yang mengabarkan TPA Putri Cempo kebakaran, disusul laporan dari Pak RW 39," ujarnya di lokasi kejadian.


Meski kobaran api terlihat membara di tumpukan sampah Blok C dan D, titik kebakaran dipastikan cukup jauh dari permukiman warga di wilayah RW 30 dan RW 39.


Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mendirikan dapur umum.


 Selain itu, tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Solo beserta jaringan relawan telah disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat sekitar.


Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api di Blok C dan D masih dalam proses penyelidikan.


"Kebakaran seperti ini memang menjadi ancaman tahunan. Namun, pada tahun-tahun sebelumnya api biasanya bisa langsung dipadamkan saat masih berupa kepulan asap, tidak sampai membesar seperti sekarang," pungkasnya./red