Advertisement
Akademisi, praktisi hukum beserta para tokoh yang bergabung dalam YPBNN Jawa Tengah saat menggelar rapat di kediaman Ketua YPBNN Jawa Tengah, Hernawan Tri Handoyo, S.H (semarang/21/08/26)
METROKOTA- Akademisi Universitas Dharma AUB Surakarta, sekaligus
Pembina YPBNN ( Yayasan Penanggulangan Bahaya Narkoba Nasional), Galih Wisnu
Wardhana, S.E,.M.M berharap, hadirnya YPBNN tidak hanya memperkuat pencegahan
bahaya narkoba yang selama ini di lakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)
beserta lembaga terkait lainya, namun juga turut membantu memberikan edukasi
kepada masyarakat, khususunya para generasi muda tentang bahaya Narkotika.
Oleh karena itu upaya pencegahan harus dilakukan secara
massif kepada para generasi muda sejak mereka berusia dini.
Tempat terbaik bagi
mereka untuk mencegah paparan Narkoba selain cinta kasih dalam lingkungan
keluarga, dunia pendidikan adalah tempat
kedua efektif melakukan pencegahan paparan bahaya narkoba.
Sebab Pendidikan bukan hanya tempat bagi anak anak
belajar disiplin, tetapi juga mengasah intelektual dan penalaran. Sekaligus
ruang untuk memperkuat mental mereka di dalam menghadapi berbagai tantangan, salah
satunya menjaga dari paparan bahaya
narkoba.
Keterlibatan akademisi Universitas Dharma AUB Surakarta
beserta para akademisi yang lain di tubuh YPBNN tidak hanya memperkuat peran
pencegahan lewat edukasi, akan tetapi mereka juga melaksanakan Tri Dharma
Perguruan Tinggi tentang pengabdian kepada masyarakat.
Semangat kolaborasi ini untuk membantu pembangunan sumber
daya generasi muda unggul, bermartabat, bersih dari narkoba, ujarnya.
Paparan narkoba tidak hanya merusak mental serta masa depan
para generasi muda, tetapi juga menghancurkan masa depan bangsa.
Upaya pencegahan dan penanggulangan paparan tidak bisa di
lakukan hanya oleh segelintir lembaga pemerintahan saja, akan tetapi seluruh
elemen masyarakat dan keluarga seluruh anak bangsa harus bergandengan tangan
melawan peredaran Narkoba.
Sebagai agen agen perubahan, akademisi harus membantu pada upaya
pencegahan tersebut melalui edukasi langsung di dampaikan ke kepada masyarakat.
Pencegahan paparan bahaya narkoba di lingkungan sekolah dan
kampus harus lebih fokus pada pembentukan ketahanan diri, edukasi, serta
pengawasan lingkungan secara terpadu.
Melalui penyisipan kurikulum bahaya narkoba, dampak hukum serta
dampak kehancuran masa depan yang di timbulkan.
Pembentukan duta anti narkoba untuk mengkampayekan hidup
sehat juga bagian dari upaya memperkuat edukasi pada pencegahan bahaya narkoba.
Semua pencegahan tersebut harus di perkuat melalui kemitraan
antara keluarga, sekolah dan lembaga anti narkoba.
Bahaya Narkoba Bagi Masa Depan Bangsa .
Konsep narkoba sebagai instrumen penjajahan bukan sekadar
teori konspirasi, melainkan strategi nyata yang terbukti dalam sejarah dan
masih diwaspadai dalam geopolitik modern.
Penjajahan lewat narkoba tidak membutuhkan invasi militer
dan kekuatan persenjataan modern, melainkan melakukan perusakan bangsa dari
dalam secara perlahan.
Sejarah mencatat, jatuhnya Tiongkok oleh Inggris akibat
jutaan rakyat dan prajuritnya mengalami ketergantungan berat pada candu.
Akibatnya ekonomi runtuh, moral masyarakat hancur, dan tentara kehilangan
kemampuan bertempur.
Peran lembaga Anti Narkoba.
YPBNN Propinsi Jawa Tengah, salah satu yayasan
penanggulangan Narkoba yang aktif pada bidang pencegahan rencananya akan di lantik
kepengurusanya pada bulan September tahun ini.
Pelantikan tersebut
akan semakin memperkuat peran upaya pencegahan bahaya narkoba dengan melibatkan
berbagai unsur masyarakat baik para akademisi, praktisi hukum, tokoh masyarakat
dan tokoh agama, hingga para pemangku kepentingan lainya.
Ketua YPBNN Jawa Tengah, Hernawan Tri Handoyo, S.H menyampaikan,
pelantikan di rencanankan akan mengundang Forkompimda Jawa Tengah beserta para
tokoh pemangku organisisasi masyarakat lainya.
Kerjasama dan sinergi elemen masyarakat bersama pemerintah di
harapkan, akan semakin memperkuat upaya pencegahan paparan bahaya narkoba di
Jawa Tengah yang marak dan
bermertamorforsis melalui berbagai cara peredaranya./ Tok
.

