Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
7/06/2026, 7/06/2026 WIB
Last Updated 2026-07-06T15:04:02Z
BudayaMetrokota

Ketua FBM : Gedung Kesenian Sebagai Ruang Hidup Masyarakat Berkreasi Seni Budaya

Advertisement

 



METROKOTA- Solo sebagai Kota Budaya tentu tak bisa di lepaskan dari sejarah panjang peradaban yang berakar pada budaya jawa di Nusantara. Akar budaya tersebut di perkuat dengan adanya dua pewaris dinasti Mataram Islam yaitu, Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran yang sampai saat ini masih Lestari di Kota Surakarta.


Selama berabad abad peradaban budaya tersebut berkembang dari jaman ke jaman tidak hanya adat dan tradisi, tetapi juga mengalami metamorphosis seni kreasi sejalan dengan perkembangan jaman yang ada.


Kreatifitas seni budaya yang lahir dari pengembangan kebudayaan tersebut tidak hanya berkembang melalui dunia Pendidikan saja, tetapi juga sanggar dan entitas kebudayaan yang ada di tengah masyarakat sangat mendorong lahirnya beragam kreasi seni di Kota Solo.


Oleh karena itu untuk menjaga dan mendorong upaya pelestarian tersebut, maka di butuhkan sarana dan prasarana sebagai infrastruktur utama dalam pelestarian, pengembangan sekaligus pemanfaatan kebudayaan.


Demikian di sampaikan oleh ketua Forum Budaya Mataram (FBM). Dr. BRM. Kusumo Putro, S.H,.M.H menyorot pentingnya sarana dan prasarana Gedung Kesenian di Kota Solo.


Gedung Kesenian tegas Ketua FBM bukan sekedar fasilitas fisik, melainkan ruang hidup bagi kebudayaan itu sendiri. Gedung Kesenian tidak hanya menjadi tempat untuk melahirkan ide dan gagasan, namun juga laboratorium bidang seni budaya untuk di uji dan di kembangkan.


Walikota Solo sebagai kepala pemerintahan di daerah harus memahami kultur budaya masyarakat Kota Solo, sekaligus mendukung upaya pemajuan kebudayaan lewat penyediaan infrastruktur sarana dan prasarana.  


Penyedian ruang hidup kesenian akan mendorong lahirnya kreatifitas masyarakat untuk kepentingan pertunjukan tanpa meninggalkan ciri asli budaya daerah. Juga studi kesenian seperti penelitian, pemeliharaan, peletarian, pembinaan dan pengembangan kesenian daerah.


Sekaligus penciptaan lapangan kerja bagi para seniman dan bahan pembelajaraan dunia Pendidikan.


Sebagai Kota Bisnis, Budaya dan Pariwisata, Solo tidak bisa lepas dari kultur budaya yang dimilikinya.


Oleh sebab itu Pembangunan Gedung Kesenian tersebut di harapkan tidak hanya akan mendorong pendapatan asli daerah semakin meningkat, tetapi juga menggerakan roda perekonomian masyarakat lewat usaha kecil, mikro dan menengah.


Roda perekenomian akan berputar seiring dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan budaya di Kota Solo, ujar Ketua FBM


Kondisi ekonomi saat ini bukan alasan untuk tidak mewujudkan Gedung Kesenian tersebut.


Pasalnya justru dengan di bangunya Gedung Kesenian akan memberikan dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat, dengan semakin menggeliatnya event pertunjukan seni budaya di Kota Solo.


Ketua FBM menegaskan, upaya pengembangan dan pelestarian budaya di Kota Solo tak akan bisa berjalan tanpa adanya sarana dan prasarana.


Meski di akuinya sudah ada  gedung kesenian miliki pemerintah propinsi di Kota Solo, akan tetapi secara umum Pemerintah Kota Solo tidak memiliki Gedung Kesenian yang secara khusus menjadi ruang hidup masyarakat berkreasi.


Solo The Spirit of Java adalah slogan untuk pemajuan kebudayaan yang memiliki kedalaman makna jiwa jawa yang berakar pada seni dan Sejarah. Spirit Of Java juga untuk menumbuhkan semangat pemajuan kebudayaan, sehingga ironi jika semangat tersebut pudar akibat ketiadaan sarana dan prasarana Gedung Kesenian.


Pemerintah Kota Solo di harapkan tidak berlaku masa bodoh atas dorongan masyarakat yang menginginkan lahirnya Gedung Kesenian untuk masyarakat berkreasi. Sebab tanpa adanya ruang tersebut sulit bagi masyarakat berkreasi dan mengembangkan seni budaya, pungkasnya/ Djk