Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
2/23/2026, 2/23/2026 WIB
Last Updated 2026-02-23T12:56:05Z
BudayaMetrokota

Tradisi Bubur Sop Warga Kampung Jayengan Solo Setiap Bulan Ramadhan

Advertisement

Pembagian bubur sop di masjid darusalam, jayengan, solo / foto metro surakarta


BUDAYA-Memasuki bulan suci Ramadhan banyak tradisi bernafaskan Islam di gelar  masyarakat muslim di berbagai negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Banyak tradisi di gelar saat memasuki bulan penuh makna kesucian ramadhan, sekaligus merasakan nikmat  kebesaran Allah SWT di bulan yang penuh berkah dan Rahmat.

 

Dari sekian banyak tradisi yang ada, terdapat satu tradisi unik di lakukan masyarakat Banjar yang menetap di Kota Solo pada saat bulan Ramadhan yakni membuat bubur sop di Masjid Darusalam, Jayengan Solo.

 

“ Tradisi membuat Bubur Sop di Masjid Darussalam di mulai sekitar tahun 70an’ Ujar Subadi, warga Jayengan yang bertugas sebagai juru masak Bubur Sop.

 

Pada tahun tersebut imbuh Subadi, banyak warga dari Banjar Kalimantan Selatan merantau ke Solo. Mereka berprofesi sebagai pedagang intan dan berlian. Alasanya mereka merantau di kota Solo, karena tahun 70an perdagangan permata di anggap sangat menjanjikan sekali.

 

Untuk itu banyak warga pendatang dari Banjar mencoba mengais rejeki berjualan permata. Mereka menatap tak jauh dari pasar Klewer yang kala itu menjadi pusat perdagangan emas dan permata. Salah satu tempat pemukiman warga dari Banjar tersebut adalah kampung Jayengan.

  

Dari awalnya mengontrak, lama lama akhirnya menetap dan bertempat tinggal, bahkan banyak juga warga perantauan memiliki istri atau suami warga asli Solo. Salah satu kebiasaan yang di bawa oleh warga Banjar di Solo yaitu membuat bubur sop saat bulan Ramadhan untuk buka puasa bersama sekaligus sarana silaturahmi bagi warga.

  

Bahan baku bubur sop jelas Subadi, di buat dari rempah rempah asli Nusantara dengan bahan baku pokoknya beras.

 

Bubur sop berbeda dengan bubur pada umumnya. Karena bumbu dan bahan baku yang di pakai lebih lengkap, juga memiliki khasiat menjaga daya tahan tubuh. Semua itu di karenakan bahan baku rempah yang di pakai untuk membuat bubur sop.

 

Rempah rempah tersebut antara lain Jinten, temulawak, adas, serai, bawang Bombay, wortel dan berbagai bumbu dapur lainya.  

.

Setiap kali memasak Bubur Sop di butuhkan  sekitar 45kg beras. Untuk itulah mengaduk menjadi pekerjaan paling berat yang harus di lakukan. Proses mengaduk di lakukan kurang lebih selama 3 jam agar bubur tidak gosong.

 

Setelah masak barulah bubur di bagikan kepada warga Masyarakat untuk berbuka puasa bersama. (Tok)