Advertisement
METROKOTA- Peningkatan kompetensi deteksi dini skrining pendengaran terus di lakukan oleh para tenaga medis, melalui berbagai macam pemeriksaan, demikian di sampaikan oleh Dr.dr. Novi Primadewi, Sp.T.HT,B.K.L,Subsp. NO (K),M.Kes, ketua penyelenggara Solo Audiology Course (SAC) ke 2 yang berlangsung di Kota Solo, 7-8 Februari 2026.
Dr. dr Novi, melalui kompetensi dan seminar tersebut tenaga
medis yang mengikuti SAC di berikan ketrampilan melakukan mendeteksi dini
gangguan pendengaran, baik yang terjadi pada
bayi, anak usia sekolah, dewasa dan
lanjut usia, dengan mendatangkan para narasumber ahli audiologis asal Malaysia dan Universitas Indonesia.
Para peserta SAC ke 2 tidak hanya dari Solo dan Jawa Tengah,
tetapi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia seperti Tanjung Pinang, Riau,
Kupang, Banjarmasin dan daerah lainya‘ Ujar Dr. dr Novi Primadewi
Di harapkan melalui kegiatan tersebut, para tenaga medis bisa
melakukan pemeriksaan pendengaran untuk menegakan diagnose dengan benar.
Bagi mereka yang sudah mengikuti pelatihan pada Solo Audiologys
Course yang pertama, dengan mengikuti seminar dan symposium ke dua ini di harapkan
semakin lancar dan kompetesi semakin baik.
Yang sama, selaku Ketua perhimpunan dokter THT, Dr.dr. Hadi
Sudrajad,Sp.T.H.T,B.K.L,Sipsp.Oto (K),Msi.Mod menyampaika,n bahwa penyelenggaraan
kegiatan SAC tidak hanya untuk para dokter THT saja, tetapi juga para tenaga
medis lain, khususnya para ahli pendiagnosis pendengaran.
Kegiatan tersebut kata dia bagian dari program Kesehatan Pemerintah
dan WHO, untuk membantu pemerintah memberikan ketrampilan para tenaga kesehatan
supaya bisa mendiagnose gangguan pendengaran secara dini.
Para peserta yang mengikuti Solo Audiologys Course ke II tampak
sangat antusias dan membludag, hal itu tercermin dari banyaknya peserta yang mendaftar
ke pantia penyelenggara kegiatan. \
Untuk itu di penyelenggaraan yang akan datang, pembukaan
pendaftaran rencananya akan di lakukan 2 atau 3 bulan sebelum acara berlangsung,
pungkas Dr.dr Hadi. / Djk

