Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
12/30/2025, 12/30/2025 WIB
Last Updated 2025-12-30T04:22:48Z
MetrokotaPeristiwa

Dharma Kanda, Koran Bahasa Jawa Yang Terlupakan

Advertisement
Koran basa jawa Dharma Kanda / Foto : Istimewa


METROKOTA- Perkembangan media massa di tanah air tentu tak bisa di lepaskan dari Kota Solo yang di kenal sebagai kota budaya, sekaligus kota perintis perkembangan pers di tanah air.


Berdirinya monument pers serta jatuh bangunya industry pers di kota Solo sejak dari jaman kolonial hingga republic, semakin meneguhkan Solo sebagai kota media massa di tanah air.


Apalagi jika menilik sejarah perkembangan media yang ada, banyak tokoh para pejuang berusaha membangun industry pers di Kota Solo untuk melawan penjajah dan pembodohan masyarakat.


Salah satunya adalah koran Dharma Kanda yang di terbitkan pertama kali pada tanggal 15 Oktober 1969, oleh Tukidjo Martoadtmodjo lewat Yayasan Dharma Pancasila.


Koran yang di kemas dengan gaya tulisan berbahasa jawa tersebut pada masa kejayaanya menjadi koran terfavorit di tengah masyarakat.


Di cetak hanya empat halaman memakai template monochrome atau hitam putih, Koran Dharma Kanda mengedepankan kabar berita seputar Surakarta, serta kabar dunia pendidikan dan berita ringan yang mudah di pahami oleh masyarakat.


Apalagi di awal tahun 70an media massa menjadi bagian dari hiburan dan bacaan masyarakat yang sangat menarik.


Ironisnya keberlanjutan koran Dharma Kanda saat ini sudah tidak ada, tidak di kembangkan lagi melalui media online untuk kembali mengulang kejayaan koran bahasa jawa yang pernah ada di Kota Solo.


Padahal jika menilik perkembangan dunia literasi saat ini, bahasa jawa sudah jauh dan tidak di kenal lagi oleh para generasi muda. Jika hal itu  terus berlangsung maka generasi muda tak lagi memiliki jiwa kejawaanya yang menjunjung tinggi budi pekerti serta adi luhung budaya jawa.


Sementara itu menurut generasi ke 3 pendiri koran Dharma Kanda yang sekarang meneruskan perjuangan Tukijo Martoatmodjo melalui dunia Pendidikan, Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M di katakan, koran Dharma Kanda bukan sekedar menyajikan informasi dan literasi, namun juga berupaya menjaga pelestarian bahasa Jawa dan budaya yang ada di dalamnya.


Pendiri memahami, bahwa bahasa adalah salah satu karakter yang harus di jaga.


Selain itu melalui penggunaan Bahasa jawa, para generasi muda di harapkan tidak kehilangan jati diri. Sebab bahasa adalah cermin kepribadian yang akan membentuk karakter dan sopan santun, sejalan dengan nilai nilai yang ada di dalamnya. 

(Tok)