Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

metrosurakarta
9/18/2025, 9/18/2025 WIB
Last Updated 2025-10-19T14:50:29Z
MetrokotaPendidikan

Kolaborasi Undha Aub Surakarta, Pemda SBD dan Grab Sumba Raya, Berantas Kemiskinan Di Daerah 3T melalui Pembangunan SDM

Advertisement
Foto bersama PKKMB Undha AUB Surakarta


PENDIDIKAN- Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan babak awal di mulainya proses belajar mengajar di lungkungan kampus tempat mereka belajar. Hal itu tampak saat ratusan mahasiswa dari berbagai daerah mengikuti PKKMB di Gedung Garuda Universitas Dharma AUB Surakarta, Rabu (17/9).  


PKKMB yang di hadiri seluruh civitas akademi beserta jajaran pengurus Yayasan Karya Dharma Pancasila mengambil tema “From Campus to Global Impact: Membentuk Mahasiswa Berkarakter dan Berbudaya bagi Masyarakat’.


Tema tersebut kata Ketua Yayaysan Undha AUB Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M menegaskan pentingnya perguruan tinggi mengedepankan pembangunan karakter tanpa pernah meninggalkan akar budaya bangsa.


Ketua Yaysan UNDHA AUB saat Menerima cinderamata dari Wabup SBD

Sebab melalui akar budaya tersebut, generasi muda memiliki jatidiri sejalan dengan nilai kearifan yang ada di daerahnya. Memiliki jiwa kecintaan pada bangsa dan negara, serta menjunjung tinggi adat istiadat tradisi yang ada di daerahnya.


Oleh sebab itu dalam proses belajar mengajar di Undha AUB, Ketua Yayasan Undha AUB menekankan pentingnya civitas akademi berpegang teguh pada misi visi pendiri AUB yaitu mencerdaskan bangsa dan menjunjung tinggi nilai nilai kearifan untuk pembangunan karakter dan spiritual.


Sebagai perguruan tinggi yang di rintis oleh para pejuang, Anggoro menyampaikan pentingnya lembaga pendidikan memegang teguh amanat UUD 1945 tentang misi penyelenggaran pendidikan. Karena maju mundurnya sebuah bangsa sangat tergantung pada sumber daya manusia yang dimilikinya.


Begitu juga dalam lingkup kewilayahan, suatu daerah akan maju pembangunanya jika memiliki sumber daya manusia yang mencukupi, Jelasnya.




Dua hal ini menegaskan bahwa sebagai warga Negara Indonesia, masyarakat memiliki hak yang sama memperoleh Pendidikan yang cukup untuk mengembangkan potensi intelektual, sejalan dengan UUD 1945 dan Pancasila tentang keadilan dan pemerataan.


Oleh karena itu melalui civitas akademi Undha AUB mengajak generasi muda di daeah 3T ( Tertinggal, Terdepan, Terluar) kuliah di kampus Undha AUB Surakarta melalui program beasiswa KIP Kuliah.


Dukungan pemerintah pusat, daerah dan swasta sangat di butuhkan agar tujuan tersebut dapat tercapai. Generasi muda di daerah 3T bisa belajar di kampus perguruan tinggi sehingga setelah lulus memiliki kompetensi dan keahlian untuk membangun daerahnya.


Langkah tersebut di lakukan Undha AUB Surakarta yang pada tahun 2025 ini menerima sebanyak 90 orang mahasiswa baru asal Kabupaten Sumba Barat Daya kuliah di kampus Undha AUB Surakarta. Capaian ini bukan hal yang mudah di lakukan.




Dukungan pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P beserta Grab Sumba Raya yang di wakili oleh Harry Budi Martono selaku Direktur Operasinal Grab Sumba Raya yang sudah memberikan pendampingan kepada masyarakat, tentu jadi pokok keberhasilan mereka mengajak generasi muda di daerah 3T mau kuliah di Undha AUB Surakarta.


Sedangkan dari internal kampus, yayasan mengapresiasi langkah dan kerja keras tim akademik yang sudah terjun ke berbagai pelosok 3T untuk mengedukasi dan mengajak generasi muda membangun sumber daya manusia. Perjuangan tersebut tentu bagian dari misi visi pendiri Undha AUB Surakarta dalam rangka mencerdaskan bangsa melalui semangat Pancasila secara merata.


Ketua Yayasan Undha AUB Surakarta berharap, melalui sdm yang di miliki  daerah 3T akan mampu membangunan wilayahnya sendiri. Putra daerah juga dapat mengekplorasi potensi sumber daya alam yang ada untuk kesejahteran masyarakat.





Apalagi kawasan Indonesia timur terkenal memiliki sumber daya alam yang berlimpah ruah, sehingga kebutuhan sdm sangat diperlukan sebelum mereka melakukan eksplorasi. Keterlibatan putra daerah dalam eskplorasi sangat di perlukan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada.


Terpisah, Direktur Operasional Grab Sumba Raya Harry Budi Martono menyampaikan salah satu cara mengentaskan kemiskinan di daerah 3 T diantaranya menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu Grab Sumba Raya lantas menggandeng Pemerintah Kabupaten melalui Wakil Bupati Sumba Barat Daya membuka cabang operasional di Sumba Raya menciptakan lapangan kerja dari sisi ojek online dan kuliner.


Selanjutnya pada program pemberantasan kemiskinan lainya adalah meningkatan sumber daya manusia. Memang di akui oleh Harry, pekerjaan ini tidak bisa di lakukan secara instan. Akan tetapi dengan meningkatkan jumlah anak anak dari daerah 3T kuliah di perguruan tinggi harapanya bisa memberantas kemiskinan.


Apalagi anak anak di daerah Sumba Barat Daya memiliki minat kemauan yang tinggi mengikuti kuliah. Untuk itulah kami dari Grab Sumba Raya lantas memfasilitasi publikasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menyelesaikan proses administrasi kuliah melalui program bea siswa.




Di pilihnya Undha AUB Surakarta sebagai tempat untuk kuliah di ungkapkan Direktur Operasional Grab Sumba Raya, tak lepas dari ideologi Pancasila sebagai asas pijakan belajar mengajar. Apalagi Masyarakat Sumba sangat menjunjung toleransi, sehingga di pilihlah Undha AUB Surakarta.


Harry berharap pola pemberantasan kemiskinan melalui pembangunan sdm dengan melibatkan perguruan tinggi swasta dapat menjadi triger untuk lebih kreatif. Selanjutnya kepada Undha AUB  Surakarta, jalinan kerjasama ini dapat terus berlanjut dan setiap tahun jumlah anak yang di kirm belajar ke Undha AUB terus bertambah.


Sedangkan kapada para mahasiswa Sumba yang mengikuti perkuliahan di harapkan dapat menjadi monitoring, jangan berpikir hanya untuk diri kalian, tetapi juga bagi adik adik kalian. Jika tidak bisa mengikuti aturan main yang ada, maka itu juga akan berdampak pada adik adik kalian nantinya tidak bisa mengikuti bea siswa.  


Sedangkan untuk adik adik yang masih ada di daerah,  sejak sekarang mereka sudah harus di persiapkan. Jika ada kesalahan terkait dengan persoalan data siswa maka dinas terkait harus segera memperbaiki, ujarnya


Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P, usai acara serah terima mahasiswa di Auditorium Garuda menyampaikan terima kasih kepada Undha AUB yang sudah menerima anak anak dari SBD belajar di kampus AUB. 


Kedatangan kami kesini mengantar mahasiswa baru belajar di Undha AUB Surakarta. Di pilihnya kampus Undha AUB untuk mereka kuliah karena kampus ini sudah sepuh, sudah mencetak ribuan lulusan. Kampus ini juga merupakan miniatur Indonesia yang mengedepankan nilai nilai Pancasila.


‘Tahun ini kami mengirim 90 orang anak untuk belajar. Tahun depan kami harapkan bisa meningkat hingga 10 kali lipat’, Jelasnya


Dalam proses penyerahan tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Sumba memberikan cindera mata berupa kain bermotif Sumba untuk Ketua Yayasan Undha AUB Surakarta, Dr Anggoro Panji Nugroho, M.M, Rektor Undha AUB, Prof Dr. Siti Fatonah, M.M, Wakil Rektor II bidang Umum dan Keuangan, Dr. Anton Respati Pamungkas, S.E, M.M, M.Hum dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, KRT. Hartawan S.Ag, MM.


Kedatangan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya bersama para staf dan Direktur operasinal Grab Sumba Raya merupakan langkah maju di mulainya kerjasama dengan Undha AUB Surakarta untuk membangun sdm di daerah 3T.


Usai acara penyerahan, Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya bersama rombongan di ajak berkunjung ke museum Keraton Surakarta di damping oleh KGPH Puger, Ketua Yayasan AUB dan rombongan.


Tidak lupa Wakil Bupati SBD juga berkenan mencicipi makan khas asli Solo Tengkkeng Pak Manto Pasar Kembang yang sudah terkenal kelezatnya.

(Tok)