Advertisement
PENDIDIKAN- Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan babak awal di mulainya proses belajar mengajar di lungkungan kampus tempat mereka belajar. Hal itu tampak saat ratusan mahasiswa dari berbagai daerah mengikuti PKKMB di Gedung Garuda Universitas Dharma AUB Surakarta, Rabu (17/9).
PKKMB yang
di hadiri seluruh civitas akademi beserta jajaran pengurus Yayasan Karya Dharma
Pancasila mengambil tema “From Campus to Global Impact: Membentuk Mahasiswa
Berkarakter dan Berbudaya bagi Masyarakat’.
Tema
tersebut kata Ketua Yayaysan Undha AUB Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho,
M.M menegaskan pentingnya perguruan tinggi mengedepankan pembangunan karakter tanpa
pernah meninggalkan akar budaya bangsa.
Sebab melalui
akar budaya tersebut, generasi muda memiliki jatidiri sejalan dengan nilai
kearifan yang ada di daerahnya. Memiliki jiwa kecintaan pada bangsa dan negara,
serta menjunjung tinggi adat istiadat tradisi yang ada di daerahnya.
Oleh sebab
itu dalam proses belajar mengajar di Undha AUB, Ketua Yayasan Undha AUB menekankan
pentingnya civitas akademi berpegang teguh pada misi visi pendiri AUB yaitu mencerdaskan
bangsa dan menjunjung tinggi nilai nilai kearifan untuk pembangunan karakter dan
spiritual.
Sebagai perguruan
tinggi yang di rintis oleh para pejuang, Anggoro menyampaikan pentingnya lembaga
pendidikan memegang teguh amanat UUD 1945 tentang misi penyelenggaran pendidikan.
Karena maju mundurnya sebuah bangsa sangat tergantung pada sumber daya manusia yang
dimilikinya.
Begitu juga
dalam lingkup kewilayahan, suatu daerah akan maju pembangunanya jika memiliki
sumber daya manusia yang mencukupi, Jelasnya.
Dua hal ini
menegaskan bahwa sebagai warga Negara Indonesia, masyarakat memiliki hak yang
sama memperoleh Pendidikan yang cukup untuk mengembangkan potensi intelektual,
sejalan dengan UUD 1945 dan Pancasila tentang keadilan dan pemerataan.
Oleh karena
itu melalui civitas akademi Undha AUB mengajak generasi muda di daeah 3T (
Tertinggal, Terdepan, Terluar) kuliah di kampus Undha AUB Surakarta melalui program
beasiswa KIP Kuliah.
Dukungan pemerintah
pusat, daerah dan swasta sangat di butuhkan agar tujuan tersebut dapat tercapai.
Generasi muda di daerah 3T bisa belajar di kampus perguruan tinggi sehingga
setelah lulus memiliki kompetensi dan keahlian untuk membangun daerahnya.
Langkah tersebut
di lakukan Undha AUB Surakarta yang pada tahun 2025 ini menerima sebanyak 90 orang
mahasiswa baru asal Kabupaten Sumba Barat Daya kuliah di kampus Undha AUB
Surakarta. Capaian ini bukan hal yang mudah di lakukan.
Dukungan
pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Wakil Bupati Dominikus
Alphawan Rangga Kaka, S.P beserta Grab Sumba Raya yang di wakili oleh Harry Budi
Martono selaku Direktur Operasinal Grab Sumba Raya yang sudah memberikan pendampingan
kepada masyarakat, tentu jadi pokok keberhasilan mereka mengajak generasi muda
di daerah 3T mau kuliah di Undha AUB Surakarta.
Sedangkan dari internal kampus, yayasan mengapresiasi langkah dan kerja
keras tim akademik yang sudah terjun ke berbagai pelosok 3T untuk mengedukasi
dan mengajak generasi muda membangun sumber daya manusia. Perjuangan tersebut tentu
bagian dari misi visi pendiri Undha AUB Surakarta dalam rangka mencerdaskan bangsa
melalui semangat Pancasila secara merata.
Ketua Yayasan Undha AUB Surakarta berharap, melalui sdm yang di
miliki daerah 3T akan mampu membangunan wilayahnya
sendiri. Putra daerah juga dapat mengekplorasi potensi sumber daya alam yang ada
untuk kesejahteran masyarakat.
Apalagi kawasan Indonesia timur terkenal memiliki sumber daya alam
yang berlimpah ruah, sehingga kebutuhan sdm sangat diperlukan sebelum mereka melakukan
eksplorasi. Keterlibatan putra daerah dalam eskplorasi sangat di perlukan untuk
menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada.
Terpisah, Direktur Operasional Grab Sumba Raya Harry Budi Martono
menyampaikan salah satu cara mengentaskan kemiskinan di daerah 3 T diantaranya
menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu Grab Sumba Raya lantas menggandeng Pemerintah
Kabupaten melalui Wakil Bupati Sumba Barat Daya membuka cabang operasional di
Sumba Raya menciptakan lapangan kerja dari sisi ojek online dan kuliner.
Selanjutnya pada program pemberantasan kemiskinan lainya adalah meningkatan
sumber daya manusia. Memang di akui oleh Harry, pekerjaan ini tidak bisa di
lakukan secara instan. Akan tetapi dengan meningkatkan jumlah anak anak dari daerah
3T kuliah di perguruan tinggi harapanya bisa memberantas kemiskinan.
Apalagi anak anak di daerah Sumba Barat Daya memiliki minat kemauan
yang tinggi mengikuti kuliah. Untuk itulah kami dari Grab Sumba Raya lantas memfasilitasi
publikasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menyelesaikan
proses administrasi kuliah melalui program bea siswa.
Di pilihnya Undha AUB Surakarta sebagai tempat untuk kuliah di ungkapkan
Direktur Operasional Grab Sumba Raya, tak lepas dari ideologi Pancasila sebagai
asas pijakan belajar mengajar. Apalagi Masyarakat Sumba sangat menjunjung
toleransi, sehingga di pilihlah Undha AUB Surakarta.
Harry berharap pola pemberantasan kemiskinan melalui pembangunan sdm
dengan melibatkan perguruan tinggi swasta dapat menjadi triger untuk lebih
kreatif. Selanjutnya kepada Undha AUB
Surakarta, jalinan kerjasama ini dapat terus berlanjut dan setiap tahun jumlah
anak yang di kirm belajar ke Undha AUB terus bertambah.
Sedangkan kapada para mahasiswa Sumba yang mengikuti perkuliahan
di harapkan dapat menjadi monitoring, jangan berpikir hanya untuk diri kalian,
tetapi juga bagi adik adik kalian. Jika tidak bisa mengikuti aturan main yang
ada, maka itu juga akan berdampak pada adik adik kalian nantinya tidak bisa
mengikuti bea siswa.
Sedangkan untuk adik adik yang masih ada di daerah, sejak sekarang mereka sudah harus di
persiapkan. Jika ada kesalahan terkait dengan persoalan data siswa maka dinas
terkait harus segera memperbaiki, ujarnya
Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P, usai acara serah terima mahasiswa di Auditorium Garuda menyampaikan terima kasih kepada Undha AUB yang sudah menerima anak anak dari SBD belajar di kampus AUB.
Kedatangan kami kesini mengantar mahasiswa baru belajar di Undha
AUB Surakarta. Di pilihnya kampus Undha AUB untuk mereka kuliah karena kampus
ini sudah sepuh, sudah mencetak ribuan lulusan. Kampus ini juga merupakan
miniatur Indonesia yang mengedepankan nilai nilai Pancasila.
‘Tahun ini kami mengirim 90 orang anak untuk belajar. Tahun depan
kami harapkan bisa meningkat hingga 10 kali lipat’, Jelasnya
Dalam proses penyerahan tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Sumba memberikan
cindera mata berupa kain bermotif Sumba untuk Ketua Yayasan Undha AUB
Surakarta, Dr Anggoro Panji Nugroho, M.M, Rektor Undha AUB, Prof Dr. Siti
Fatonah, M.M, Wakil Rektor II bidang Umum dan Keuangan, Dr. Anton Respati
Pamungkas, S.E, M.M, M.Hum dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, KRT.
Hartawan S.Ag, MM.
Kedatangan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya bersama para
staf dan Direktur operasinal Grab Sumba Raya merupakan langkah maju di mulainya
kerjasama dengan Undha AUB Surakarta untuk membangun sdm di daerah 3T.
Usai acara penyerahan, Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya bersama
rombongan di ajak berkunjung ke museum Keraton Surakarta di damping oleh KGPH
Puger, Ketua Yayasan AUB dan rombongan.
Tidak lupa Wakil Bupati SBD juga berkenan mencicipi makan khas
asli Solo Tengkkeng Pak Manto Pasar Kembang yang sudah terkenal kelezatnya.
(Tok)





.jpeg)