Advertisement
EKONOMI– Di tengah geliat ekonomi syariah yang kian menguat, Indonesia berdiri sebagai salah satu pasar halal terbesar di dunia. Permintaan masyarakat terhadap produk dan layanan berbasis syariah terus meningkat, mendorong berkembangnya ekosistem halal yang semakin pesat hingga tidak lagi terbatas pada sektor makanan dan gaya hidup. Perkembangan ekosistem halal kini merambah ke sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, hingga layanan berbasis komunitas.
Namun, di balik pertumbuhan yang menjanjikan itu, masih
tersimpan tantangan mendasar: keterhubungan antar sektor yang belum optimal
serta akses pembiayaan yang belum merata. Tantangan inilah yang coba
dijembatani oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank)
melalui Unit Usaha Syariah (UUS) dengan menghadirkan pendekatan yang lebih
terintegrasi dalam membangun ekosistem halal.
Alih-alih sekadar menawarkan produk keuangan, Maybank
Indonesia memosisikan diri sebagai penghubung, mengaitkan berbagai elemen dalam
rantai nilai ekonomi syariah.
Langkah konkret Itu, salah satunya terlihat di sektor
kesehatan. Di sini, Maybank Indonesia tidak hanya menyediakan pembiayaan bagi
institusi, tetapi juga menghadirkan solusi yang mendukung pengembangan
ekosistem secara lebih menyeluruh, termasuk pengadaan dan pengembangan sarana
prasarana kesehatan, serta dukungan kebutuhan operasional dan pengembangan
usaha.
Lebih jauh, layanan yang dihadirkan mencakup pengelolaan
payroll karyawan, pemenuhan kebutuhan transaksi operasional harian, layanan
investasi, serta pembiayaan bagi karyawan dan keluarganya, maupun individu yang
menjadi bagian dari suatu komunitas atau ekosistem. Dengan demikian, institusi
kesehatan tidak hanya mendapatkan akses pendanaan, tetapi juga sistem keuangan
yang terintegrasi untuk menopang keberlanjutan operasional mereka.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran peran perbankan
syariah, dari sekadar penyedia produk menjadi enabler yang memungkinkan
aktivitas ekonomi halal berjalan lebih efektif dan saling terhubung.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Romy Buchari
menegaskan, strategi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Bank.
"“Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang
saling terhubung. Melalui pendekatan ini, kami menghadirkan solusi keuangan
syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mampu mendukung
aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Romy.
Menyambung Sektor, Memperluas Dampak
Upaya Integrasi Ini tidak berhenti di sektor kesehatan.
Maybank Indonesia tengah memperluas pendekatan serupa ke sektor lain seperti
pendidikan, food & beverage (F&B), hingga layanan berbasis komunitas,
guna menciptakan konektivitas yang lebih kuat antar sektor dalam ekonomi
syariah.
Dengan mengintegrasikan layanan keuangan ke dalam berbagai
aktivitas ekonomi riil, Romy menuturkan, dampaknya tidak hanya pada peningkatan
produktivitas, tetapi juga pada kemampuan ekosistem untuk beradaptasi dengan
kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip ESG (Environment,
Social & Governance), khususnya dalam mendorong dampak sosial melalui
penguatan sektor-sektor esensial. DI saat yang sama, pengembangan ekosistem
halal turut membuka peluang bagi pertumbuhan UMKM sebagai bagian penting dalam
rantai nilai ekonomi syariah.
Bagi Maybank Indonesia, langkah ini bukan sekadar strategi
bisnis, melainkan komitmen jangka panjang. “Penguatan ekosistem halal merupakan
bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan
berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi pemimpin
global dalam perbankan syariah serta menjalankan misi Humanising Financial
Services,” tutup Romy. / red
.jpg)